Pengkajian Karya Sastra Lewat Sastra to Door

Pengkajian Karya Sastra Lewat Sastra to Door

  Minggu, 11 September 2016 18:16
SASTRA : Suasana bincang-bincang antara Khairul Fuad (kiri) dan Abah Zai (kanan) saat acara Sastra to Door yang digelar Komunitas Geng Sastra

Berita Terkait

PONTIANAK-Setelah berhasil mewadahi kegiatan apresiasi sastra melalui malam puisi, kini Komunitas Geng Sastra mencoba menambah konten berupa pengkajian karya sastra. Diberi nama Sastra to Door, kegiatan pertamanya sukses digelar di Halaman Depan UPT Mata Kuliah Umum (MKU) Untan, Jalan Daya Nasional, Sabtu (10/9).

Koordinator Acara dari Geng Sastra, Amai menjelaskan kegiatan ini merupkan suatu acara penjemputan ilmu dari setiap "pintu", kedalaman hati seorang, pegiat sastra. "Disertai pula dengan pembacaan puisi. Acara ini bertempat di manapun, asal ada “pintu” yang bisa digedor ilmunya," ungkap Amai.

Untuk acara perdana Sabtu kemarin, Sastra to Door dimulai pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB. Dengan garis besar acara, menjemput ilmu dari "pintu" seorang sastrawan Kalbar yang bernama Zailani Abdullah atau yang akrab disapa Abah Zai.

Menurutnya begitu banyak hal yang bisa digali dari seorang Abah Zai yang notabene sudah berkecimpung di dunia Sastra selama 40 tahun lebih. "Dimana ada satu cerita tentang beliau yang menurut saya pribadi sangat menggelikan," katanya.

Kegelian yang terungkap bahwa Abah Zai yang sudah lebih dari 40 tahun menulis, namun baru satu orang di Kota Pontianak ini yang menulis tentang dirinya. Yaitu Khairul Fuad dari Balai Bahasa Kalbar yang juga sebagai pembicara di acara Sastra to Door tersebut.

"Kenapa menggelikan, bagaimana saya tidak geli, orang yang rela menghibahkan diri demi kepentingan daerahnya, rupanya belum menempati tempat yang semestinya," tanyanya.

"Semoga kita semua bisa menjadi insan yang lebih bisa mengapresiasi segala bentuk penghibahan diri, yang dimaksudkan bukan untuk kepentingan pribadi," tambah Amai.(bar)

Berita Terkait