Pengetahuan Autis Rendah

Pengetahuan Autis Rendah

  Minggu, 10 April 2016 10:40
AUTIS CENTER: Lembaga Autis Center yang dimiliki Pemerintah Kota Pontianak. HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PENGETAHUAN orang tua terhadap anak autis dinilai wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, masih rendah. Rerata, diakui dia, para orang tua baru mengetahui anak-anak mereka autis ketika telah berusia 5 tahun, bahkan lebih dari itu. 

“Penanganan anak autis memang perlu penanganan khusus. Pemerintah Kota Pontianak sejak 2013 telah membangunkan Autis Center, tempat menangani akan berkebutuhan khusus. Tempatnya di Jalan Tabrani Ahmad ujung. Bertepatan dengan Hari Autis Sedunia, kita menghimpun komunitas,” terangnya, Sabtu (9/4) di Pontianak.

Berdasarkan data, diungkapkan dia setidaknya terdapat 1,28 persen dari 1000 anak autis. Dari data tersebut, Edi kemudian meminta agar para orang tua dan masyarakat lebih tanggap dan produktif, memantau tumbuh kembang anak-anak mereka. Kalau anak autis ditangani dengan benar dan tepat, Wawako yakin, tidak sulit untuk menggali potensi mereka.

Namun, dia menyayangkan, kebanyakan yang terjadi justru para orang tua baru mengetahui bahwa anak-anak mereka autis ketika usianya mencapai 5 tahun. Bahkan, dia menambahkan, baru ketahuan ketika anak bersangkutan berusia 12 tahun. “Hal ini terjadi akibat ketidakpahaman orang tua tentang autis. Seharusnya mereka mesti memperhatikan tumbuh kembang anak,” tukasnya.

Dia berharap, dengan momentum Hari Autis Sedunia lalu, anak-anak autis Kota Pontianak menjadi produktif dan berguna bagi dirinya serta masyarakat luas. Tak menutup kemungkinan, dia menambahkan mengenai dorongan Pemkot kepada anak autis, terutama soal pekerjaan ke depan bisa saja diprogramkan. “Bisa saja bekerja sama dengan BUMN/BUMD agar mereka merekrut autis bekerja di satu lembaga itu,” terangnya.

Dia yakin, anak autis memiliki kelebihan. Untuk melihat potensi tersebut, para orang tua, menurut dia, semestinya tanggap dan produktif melihat tumbuh kembang anak sedari kecil. Autis Center milik Pemkot juga, dipastikan dia, akan terus ditingkatkan, terutama mengenai SDM yang ada. “Nnanti mereka akan kita beri bimtek, terutama bagi guru terapi, agar ke depan mereka bisa bekerja secara professional. Ini akan kita tingkatkan,” janji Edi.

Untuk jumlah anak yang terdata di Autis Center, menurut dia, terdapat 268 orang. Selain Autis Center, saat ini pihaknya merasa terbantu dengan adanya Sekolah Luar Biasa yang dimiliki oleh yayasan swasta. Ke depan, dia memastikan, ini akan diperkuat, di mana salah satunya Pemkot dengan memberi bantuan. (iza)
 

Berita Terkait