Pengembalian Modal Tak Merata, Pihak SOT Janjikan Lagi 22 Juli

Pengembalian Modal Tak Merata, Pihak SOT Janjikan Lagi 22 Juli

  Senin, 4 July 2016 10:23

Berita Terkait

MEMPAWAH - Pengembalian modal investasi Save Our Trade (SOT) tidak berjalan lancar. Meski pada akhirnya pencairan direalisasikan sebesar 20 persen dari nominal investasi, namun tidak semua nasabah mendapatkannya. Mereka berharap pada 22 Juli nanti, janji 50 persen pengembalian modal bisa terwujud.

Seperti diberikan Pontianak Post sebelumnya, pengembalian modal investasi nasabah SOT Sabtu (2/7) berlangsung ricuh. Bos SOT, Mahud dan para leader menjadi bulan-bulanan amukan massa lantaran tidak menepati janji mengembalikan modal 50 persen. Mahud beralasan, dirinya hanya memiliki uang Rp1 miliar.

Kesepakatan baru pun dibuat. Mahud bersedia mengembalikan 20 persen modal nasabah. Tak ada akar rotan pun jadi, para nasabah pun menyetujui kesepakatan tersebut. Para nasabah pun membantu antrean panjang menunggu giliran untuk mendapatkan pengembalian modal di Kantor SOT di Jalan Cempaka Mempawah, Minggu (3/7).

Dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, proses pengembalian modal pun berlangsung. Awalnya, semua berjalan lancar dan tertib. Selang dua jam kemudian, proses pencairan mulai macet. Pasalnya, bos dan leader SOT mulai kehabisan dana untuk mengembalikan modal nasabah. Di situlah, ribuan massa nasabah SOT yang sudah menunggu sejak pagi hari mulai naik pitam. Mereka yang mengetahui sudah tidak ada lagi dana pengembalian modal, menuntut pertanggungjawaban bos dan leader SOT.

“Hanya sebagian kecil nasabah yang mendapatkan pengembalian modal 20 persen dari  SOT. Sedangkan masih banyak sekali yang tidak mendapatkan apa-apa. Termasuk saya, tidak kebagian pengembalian modal,” sesal Edi, salah seorang nasabah SOT.

Dirinya mengaku geram dengan sikap bos dan leader SOT yang tidak komitmen terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Yakni mengembalikan 50 persen modal nasabah pada tanggal 2 Juli 2016.

“Harusnya sudah disiapkan sejak jauh hari. Baik itu uang pengembalian modal, sistem pembayaran dan lainnya. Sehingga, tidak kacau balau seperti ini. Saya melihat tidak ada keseriusan dan niat baik dari bos dan leader untuk mengembalikan modal nasabah,” geramnya.

Dia pun mengaku pesimis dengan janji bos SOT yang akan melanjutkan proses pengembalian modal nasabah pada 22 Juli mendatang. Meski demikian, dia berharap jika rencana itu direalisasikan hendaknya lebih dimatangkan persiapan dan sistem pembayarannya agar tidak menimbulkan kericuhan.

“Kami minta agar pada 22 Juli nanti, diprioritaskan pengembalian modal untuk nasabah yang sama sekali belum mendapatkannya. Karena, kami juga berhak mendapatkan pengembalian modal seperti yang dijanjikan,” cecarnya.

Nasabah lain, Marlini berharap bos dan leader SOT komitmen mengembalikan modal nasabah. Sebab, mereka sangat berharap dana investasi yang telah macet sejak Maret 2016 lalu itu dapat dikembalikan secara utuh sebagaimana perjanjian yang telah disepakati dalam kontrak penyertaan modal.

“Sangat berharap ada pengembalian modal. Karena, saya sangat membutuhkan uang itu untuk keperluan keluarga. Mengingat, saya sudah mengurus isi tabungan untuk berinvestasi SOT ini,” lirihnya. (wah)

 

Berita Terkait