Pengelolaan Maksimal

Pengelolaan Maksimal

  Senin, 1 Agustus 2016 09:30
RAPAT: Komite sekolah menggelar rapat bersama Camat Batang Lupar terkait kurikulum. MUSTA’AN

Berita Terkait

SETELAH tertunda, akhirnya pemerintah provinsi Kalbar memproses pencairan dana operasional sekolah (BOS). Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi meminta sekolah mengelola dana tersebut secara maksimal. Jika tidak dikelola dengan baik, dana yang langsung masuk ke rekening sekolah ini bisa menimbulkan masalah.

“Dana BOS sudah cair, saya minta sekolah bisa mengelala dana tersebut dengan baik. Dinas hanya melakukan pengawasan saja,” kata Kusnadi, pada koran ini saat menghadiri acara Bangkitlah Kapuas ku, yang diselenggarakan yayasan acclasia Bandung di gor gelora Uncak Kapuas, Sabtu (30/7) siang. Karena, kata dia lagi, pengelolaan dana BOS berada sepenuhnya di sekolah penerima BOS itu sendiri.

Lebih lanjut mantan Kabag Pengendalian Pembangunan (P2) Setda Kapuas Hulu ini menegaskan, jika ada keraguan dalam pengelolaan dana BOS, sekolah mesti segera berkoordinasi dan berkonsultasi dengan berbagai pihak. Baik Disdikpora, kepolisian maupun Kejaksaan dan pihak-pihak lainnya.

“Jangan takut berkoordinasi. Karena di dalam bernegera  ini ada kepolisian dan kejaksaan,” tuturnya.

Dalam petunjuk teknis (Juknis), kata dia, memang ada beberapa poin tidak sesuai dengan kondisi daerah dan sekolah. Misalnya pembelian komputer harus dibeli ditoko komputer resmi, sementara di Kapuas Hulu belum ada toko komputer resmi. Demikian juga untuk menggaji guru honor, juga tak ada dalam Juknis. Oleh karena itu lah, sekolah penerima BOS harus fleksibel dalam penggelolaannya.

Selama ini, terang Petrus, walaupun tidak tersedia dalam Juknis pengelolaan dana BOS. Tidak pernah dipersoalkan kalau dana BOS digunakan untuk membayar gaji guru honor sekolah. Karena khusus untuk di Kapuas Hulu memang masih kekurangan guru. Untuk menggaji guru honor tersebut tentu sekolah tidak memiliki anggaran yang cukup. Sehingga di ambil kebijakan, dibayar dengan dana BOS.

Selain itu, juga harus ada keterbukaan sekolah dengan dewan guru, komite sekolah dan orang tua murid. Jika tidak ada keterbukaan dari pala sekolah dengan guru-guru, komite dan orang tua murid. Itulah pintuk masuk persoal pengelolaan dana BOS itu sendiri. “Saya berharap dengan cairnya dana BOS sekolah segera menyelesaikan gaji guru honor dan hutang pembelian ATKnya,” imbaunya.(aan)

Berita Terkait