Pengelola Parkir Tak Bertanggungjawab?

Pengelola Parkir Tak Bertanggungjawab?

  Senin, 11 July 2016 09:30
PECAH: Hendrawan (29) menujukan kerusakan kaca mobil KB 8395 PA pecah saat berada di lahan parkir Grand Mall Kota Singkawang. AIRIN FITRIANSYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG — Pengelola parkir Grand Mallo Singkawang dianggap tidak bertanggungjawab terhadap konsumennya. Saat diparkir kaca mobil pecah.  Hal ini dialami Hendrawan (29). Kaca mobilnya dipecah saat parkir di grand mall.

 
Namun, saat dikomplain, manajer parkir dari PT Centerpark Citra Corpora Grand Mall tidak mau mengganti kerugian tersebut. Hal ini, karena tidak ada alat bukti yang memperkuat terjadinya kerusakan kaca mobil milik pengunjung di lahan parkir Grand Mall.

“Saya sudah menyampaikan kepada manajer lahan parker. Tapi tidak ada respon dari mereka. Karena mereka menganggap kerusakan mobil bukan kesalahan dari pengelola,’’ ucap dia, Senin (5/7) kepada media ini.

Dia mengatakan kebijakan pengelolaan lahan parkir dinilainya tidak beralasan. Dikarenakan mereka sudah mengetahui bahwa kerusakan kaca mobil terjadi di lahan parkir Grand Mall. Tetapi pengelola mengelak bertanggungjawab.

Ia menuturkan kebijakan tersebut seharusnya menjadi perhatian publik terhadap kinerja pengelolaan lahan parkir. Seharusnya kendaraan yang terparkir di grand mall diperiksa dan dipersiapkan CCTV. Supaya pemilik mobil kendaraan merasa aman saat mengunjungi grand mall di Kota Singkawang.

“Jika kaca mobil kami pecah saat berada di lahan parkir grand mall. Ini menjadi tanggungjawab dari pengelola lahan parkir. Tetapi mereka tidak mau bertanggungjawab sama-sekali. Meskipun saya sudah membayar tiket masuk untuk parkir di grand mall,” tukas Hendrawan menujukan kondisi kaca mobil KB 8395 PA miliknya yang rusak.

Ketua Lembaga Perlindungan Kosumen Suwadaya Masyarakat (LPKSM) Kota Singkawang Sumarno mengakui alasan yang dikemukakan manajer parkir Grand Mall aneh. Seharusnya pihak pengelola parkir yang mengganti kerugian karena sudah lalai dalam menjaga.

‘’Kasarnya jadi begini, uang parkirnya mau, tetapi segala kerusakan yang terjadi saat kendaraan diparkir diabaikan,’’ imbuhnya. Ini tidak boleh terjadi karena konsumen sudah membayar jasa parkir dan pihak perusahaan wajib memberikan perlindungan dan keamaan terhadap kendaraan pengujung di Grand Mall, terangnya.

Dia menyatakan hingga saat ini setelah konsumen melakukan konfirmasi dan melaporkan kejadian ini, belum ada respon yang diberikan oleh manajer parkir PT. Centerpark Citra Corpora Grand Mall. Sehingga pemilik mobil merasa dirugikan karena tidak ada pertanggungjawaban dari perusahaan parkir.

Ia menyayangkan sikap dari pihak perusahaan pengelola lahan parkir tidak mau berbuat apa-apa. Mereka hanya menyalahkan pengujung yang berada di wilayah grand mall tanpa mencari bukti penyebab dari kerusakan mobil tersebut. Ini akan menjadi catatan bagi badan perlindungan konsumen terhadap perusahaan yang tidak mau bertanggungjawab kepada penujung yang berada di lahan parkir Grand Mall Kota Singkawang.

 “Konsumen sudah memperlihatkan bukti pembayaran jasa parkir. Mereka hanya mencari keuntungan dari parkir tanpa memperhatikan keluhan konsumen. Ini sudah menyalahi undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” imbuh Sumarno yang juga sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kota Singkawang dan Advokat di Kota Singkawang.

Manajer Parkir PT. Centerpark Citra Corpora Grand Mall Ronal menyatakan tidak mau tahu terhadap permasalahan konsumen yang berkunjung di lahan parkir grand mall. Ini terlihat dari tidak adanya pertanggungjawaban terhadap pengelolaan lahan parkir tersebut. Bahkan kerusakan kaca mobil yang dipersalahkan adalah pemilik kendaraan yang tidak meriksa kaca mobil saat berada di lahan parkir grand mall Kota Singkawang.

 “Kita tidak akan melakukan ganti rugi kerusakan kaca mobil. Ini tidak ada bukti yang kuat karena tidak ada saksi yang melihat penyebab kerusakan kaca mobil. Jika ada bukti yang memperkuat kerusakan kaca mobil perusahaan akan membantu mengklim kepusat supaya bisa diganti,” terangnya.

Dia menyayangkan kejadian kaca mobil pecah tidak ada yang mengetahuinya. Sedangkan pihak keluarga korban yang berada di kendaaraan tdai bisa dianggap menjadi saksi karena mereka juga tidak mengetahui kerusakan kaca mobil tersebut terjadi di Grand Mall Kota Singkawang.

Ia menilai kerusakan kaca mobil grandma dianggap pecah saat berada diluar lahan parkir grand mall. Sedangkan pengujung grand mall hanya mencari kesalahan dan diduga pihak keluarga korban kompak untuk meminta ganti kerugian, Padahal kerusakan kaca mobil bisa saja terjadi di luar lahan parkir di Grand Mall Kota Singkawang.

 “Pihak keluarga korban tidak bisa dijadikan saksi. Dikarenakan tidak ada yang melihat langsung penyebab kerusakan kaca mobil. Ini bisa saja pihak keluarga korban sudah sekongkol untuk meminta ganti kerugian terhadap kaca mobil pecah saat parkir di Grand Mall Kota Singkawang,” imbuhnya di temui media belum lama ini. (irn)

Berita Terkait