Pengelola Koperasi Ikut Pelatihan Manajeman

Pengelola Koperasi Ikut Pelatihan Manajeman

  Selasa, 29 March 2016 10:13
LATIHAN: Suasana pelatihan manajemen koperasi yang dilaksanakan. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Sebagai bentuk pembinaan terhadap koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM, Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben)

melaksanakan pelatihan manajemen koperasi. Pelatihan yang diikuti 50 peserta pengelola koperasi se-Kabupaten Mempawah itu berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 28-30 Maret 2016 di Wisma Chandramidi.

Sekretaris Daerah (Sekda), Mochrizal saat membuka pelatihan mengatakan, saat ini bangsa Indonesia pada persaingan global baik makro maupun mikro. Koperasi sebagai bagian dari pelaku ekonomi, dituntut memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni agar dapat berdiri sejajar dengan pelaku ekonomi lainnya.

“Dalam UU 1945 menyebut perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Maka yang paling sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yakni badan usaha koperasi,” kata Mochrizal.

Sebagai pelaku ekonomi, lanjut Mochrizal, koperasi memiliki tujuan utama mensejahterakan anggotanya. Hal ini merupakan dasar dalam membangun undamental ekonomi kerakyatan secara kontinyu maupun strategi perekonomian nasional. Namun, banyak pula faktor penghambat dalam memajukan koperasi dan usaha kecil menengah tersebut.

“Seperti minimnya kemampuan SDM, permodalan, dan keterampilan pengelola koperasi UKM. Selain itu pula dampak dari persaingan global dan perdagangan bebas sangat berpengaruh terhadap perkembangan koperasi UKM di Kabupaten Mempawah,” pendapatnya.

Meski demikian, Mochrizal menegaskan permasalahan terhadap koperasi dan UKM tidak

menjadi faktor pelemah, melainkan motivasi untuk lebih maju dimasa mendatang. Karenanya, pelaku bisnis termasuk koperasi UKM dan masyarakat harus saling bersinergi untuk meningkatkan daya saing.

“Sebagai pelaku ekonomi, koperasi diharapkan dapat melakukan kerja sama atau bermitra dengan pelaku ekonomi lainnya dengan prinsip saling mendukung dan saling menguntungkan,” harapnya.

Lebih jauh, Mochrizal berpandangan, Kabupaten Mempawah sangat kaya dengan potensi, baik sumber daya alam maupun populasi penduduk. Ia menilai dengan potensi itu maka memungkinkan bagi koperasi UKM maju dan berkembang dengan memanfaatkan potensi yang ada sesuai dengan ketentuan.

 “Artinya silakan  digali, dimanfaatkan, dan dikembangkan untuk menjadi produk yang bisa diusahakan dalam menopang ekonomi anggota, masyarakat sekitar, dan daerah. Jika memungkinkan, cari terobosan keluar daerah baik regional maupun nasional. Dan jika memungkinkan lagi, bisa menembus pasar internasional atau ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkoptamben Mempawah, Darwin mengungkapkan pelatihan manajemen koperasi yang dilaksanakan pihaknya berlangsung selama tiga hari dimulai pada tanggal 28-30 Maret 2016 di Wisma Chandramidi. Pelatihan diikuti

50 peserta yang merupakan para pengelola koperasi maupun koperasi unit desa se-Kabupaten Mempawah.

“Kita ingin memotivasi dan memberi wawasan pengelola koperasi untuk dapat mengembangkan usaha yang unggul dan kompetitif baik terhadap produk maupun pelayanan kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya. Terlebih menghadapi arus masyarakat ekonomi Asean yang dampaknya sudah kita rasakan sekarang,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait