Pengeloaan Uang Pesangon

Pengeloaan Uang Pesangon

  Senin, 23 May 2016 09:30

Berita Terkait

Ari Widiati,Dosen Ekonomi

“Merencanakan keuangan sebenarnya sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum uang pesangon itu didapat. Ketika uang sudah di depan mata, sudah tidak bingung lagi mau digunakan untuk apa, dan bagaimana cara membaginya.”

///////////////////////////////

Mendapatkan dana pesangon bagi sejumlah orang tentu menyenangkan. Meskipun tak lagi bekerja, uang tersebut diharapkan bisa digunakan untuk menyambung hidup. Caranya tentu beragam, apakah dengan membuka usaha, melalui investasi ataupun deposito. 

Oleh : Marsita Riandini

Pesangon merupakan uang yang diberikan sebagai bekal kepada karyawan atau pekerja yang diberhentikan dari pekerjaan. Lazimnya uang tersebut diberikan karena terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada suatu perusahaan. Ada pula yang memang sudah mencapai masa pensiunnya. 

Uang pesangon diharapkan dapat menyambung hidup setelah tak lagi bekerja. Masing-masing orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda dalam menggunakan dana pesangonnya itu. Tetapi pertanyaannya sampai kapan uang tersebut digunakan? Sebab yang namanya uang lambat laun akan habis untuk berbagai keperluan.

Menjawab For Her, Ari Widiati, MM  mengatakan bahwa uang pesangon yang didapat seseorang bisa menjadi keuntungan bagi mereka, tetapi bisa pula menjadi kerugian. Keuntungan bila mereka bisa menggunakan dana tersebut untuk usaha yang menjanjikan, akan menjadi kerugian bila ternyata uang tersebut habis untuk membeli barang mewah. “Uang pesangon biasanya diterima oleh mereka yang bekerja di perusahaan swasta atau pun BUMN. Uang tersebut diterima dalam jumlah besar. Jika tidak bijak menggunakannya uang tersebut akan cepat habis,” tutur Tenaga Pengajar di STIE Pontianak ini. 

Dia menjelaskan, ada banyak orang yang ketika mudanya hidup mewah, pun kehidupan mewah tersebut berlanjut hingga ia mendapatkan uang pesangon dari perusahaan tempatnya bekerja. Sayangnya, akibat kesalahan dalam mengelola keuangan, masa tua yang seharusnya tenang menjadi susah bahkan ada yang harus kembali banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga. “Ketika dapat uang pesangon ada yang langsung menggunakannya untuk memperbaiki rumah, beli mobil mewah, ataupun belanja barang mewah lainnya. Sementara kondisi fisiknya tidak lagi seproduktif dulu. Ketika uang habis, mau tidak mau menjual barang-barang mewah tersebut karena tidak ada pendapatan lain,” terang dia. 

Tidak salah menggunakan uang pesangon untuk membeli barang mewah, hanya saja kata dia sebaiknya melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Apakah tindakan tersebut tepat, sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuangan dalam jangka panjang. “Merencanakan keuangan sebenarnya sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum uang itu didapat. Ketika uang sudah di depan mata, sudah tidak bingung lagi mau digunakan untuk apa, dan bagaimana cara membaginya,” ulasnya. 

Tak hanya memikirkan uangnya saja, tetapi juga perencanaan masa depan terutama karena kondisnya sudah berubah karena sudah tak lagi bekerja. Namun masalahnya seringkali karyawan belum siap, bahkan belum tahu bagaimana memanfaatkan uang pesangon dan mengelolanya secara baik serta produktif untuk menyambung kelangsungan hidup mereka.

Jika memungkinkan, dan masih produktif tak ada salahnya mencari pekerjaan lain. Dengan begitu Anda tidak bergantung sepenuhnya pada uang pesangon. Sebab uang pesangon yang tidak dikelola dengan baik, ataupun tidak sesuai dengan perencanaan lambat laut akan habis. Terpenting menyesuaikan kebutuhan dengan pendapatan. Jangan tergiur jumlah uang pesangon yang biasanya cukup banyak saat diterima. Berusahalah banting stir untuk memulai kondisi kehidupan yang baru setelah tak lagi bekerja. **

------------------------------------

Pemanfaatannya

Perencanaan Keuangan

Ari Widiati mengingatkan sebelum membelanjakan uang pesangon, perencanaan keuangan sangat penting dibuat. Dengan begitu uang akan terarah dalam penggunaannya. Buatlah skala prioritas agar uang tersebut tepat penggunaannya. Mana untuk kebutuhan sehari-hari mana untuk kebutuhan lainnya. 

Bayar Hutang

Hutang sebaiknya dibayar ketika masa produktif, atau saat masih bekerja. Tetapi bila ternyata setelah tak lagi bekerja, masih ada hutang sebaiknya diselesaikan dengan uang pesangon. “Melunasi hutang jauh lebih baik, agar tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Sebab tidak tahu apakah nanti setelah uang pesangon habis, masih bisa dibayar atau tidak” jelas dia. 

Investasi 

Investasi bisa beragam, apakah dalam bentuk usaha ataupun investasi lainnya. Yang jelas ketika berinvestasi ada resiko yang harus dihadapi. Dana pensiun dini sebaiknya ditempatkan di instrumen investasi yang tidak memberikan imbal hasil (return) tinggi, tapi memberikan keamanan dana atau risiko kecil, seperti obligasi, deposito, logam mulia, dan reksadana pasar uang. “Kalau investasi emas biasanya mengikuti harga dolar. Tetapi kalau untuk usaha, jika usaha tidak berjalan lancar maka kemungkinan bangkrut cukup besar. Maka pertimbangkan usaha apa yang dirasa bisa menjanjikan,” katanya. 

 Wajib Memiliki Dana Cadangan

Dana ini bertujuan memenuhi kebutuhan hidup Anda selama mencari pekerjaan dan penghasilan pengganti setelah pensiun. Dana cadangan ini sebenarnya tak sekadar kebutuhan sehari-hari saja, tetapi juga pendidikan, termasuk kebutuhan tak terduga. (mrd)

 

Berita Terkait