Pengedar Sabu Diuber Polisi

Pengedar Sabu Diuber Polisi

  Rabu, 20 April 2016 10:11
KURIR SABU: Dua kurir sabu dengan menunjukan barang buktinya yang didampingi Kapolsek Sukadana, AKP Hoerrudin (Paki Topi Kupluk.Red). Foto Polsek Sukadana.DANANG PRAS/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUKADANA-Dua remaja HD (15) dan RB (21) ditahan yang berwajib lantaran menjadi kurir sabu. Keduanya tertangkap oleh anggota Polsek Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (18/4) malam, di Dusun Semenjak, Desa Harapan Mulia, Kabupaten Kayong Utara.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan polisi. Dari Dusun Semenak, Desa Benawai Agung, hingga Desa Harapan Mulia, Sukadana, Kayong Utara. Pelaku tak bisa kabur lagi, karena motornya mogok kehabisan bensin. Pelaku kemudian digelandang ke Polsek, guna dimintai keterangan. Sebelumnya, anggota Polsek harus mencari bungkusan sabu yang dibuang pelaku lantaran ketakutan dan akhirnya berhasil ditemukan.  

HD dalam pengakuannya mendapatkan barang tersebut dari Muklis, warga Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir. Barang diantar ke Desa Benawai Agung, Sukadana. Keduanya diupah Rp 100 ribu.

Mendapat info dari keduanya, anggota Polsek Sukadana bergerak ke rumah Mukhlis dan melakukan pengeledahan di kediaman Muklis. Keluarga Muklis mencoba menghadang dengan menanyakan kelengkapan surat pengeledahan. Bahkan anggota yang menggeledah hanya empat orang saja, karena dikhawatirkan kediaman Mukhlis tersebut akan roboh. Padahal kondisi rumah terlihat kokoh.

“Maaf pak, kita menghargai proses pengeledahan ini. Saya minta untuk membacakan surat-suratnya dulu. Dan yang hanya masuk saya harapkan hanya empat orang saja. Takut rumahnya roboh,” ujar salah satu keluarga dihadapan anggota Polsek Sukadana, Simpang Hilir, dan para wartawan

Setelah beberapa menit berada di depan kediaman Muklis dan melakukan peggeledahan, Polisi menemukan bungkusan sabu yang telah di bongkar. Dengan masih terlihat, kertas dan lakban berwarna hitam, yang kini telah diamankan oleh Polsek Sukadana.

Bahkan, setelah dilakukan pegeledahan, salah satu keluarga Mukhlis tersebut mengatakan kepada para wartawan yang sedang melakukan peliputan, diminta untuk tidak mengada-ngada.

“Kepada media, tidak ada ya, tidak ada ditemukan barang itu (Sabu.Red) dirumah ini,” katanya dengan nada was-was dihadapan para wartawan. Sementara itu, berdasarkan pengakuan dari HD (15) yang telah sebanyak 20 kali mengantarkan sabu kepada pelanggannya.

Mengatakan  jika barang tersebut diambilnya dari Medan Jaya atas nama Muklis. Untuk diantar kepada bos di Dusun Semanjak, Desa Benawai Agung, sebanyak 1/4. Dengan harga jualnya 500 ribu.

“Saya megambil dari Muklis. Untuk dijual ke bos di Dusun Semanjak, Desa Benawai agung. Saya menjadi kurir hanya dibayar 100 ribu. Saya juga pernah mengantarkan ke Sukadana ini,” kata anak yang sudah putus sekolah kepada wartawan.

Adapun untuk barang bukti yang telah diamankan seperti, uang 400 ribu, satu paket 1/4 gram, HP, dan sepeda motor Jupiter MX KB 5890 WK, yang kini kedua pelaku telah dilimpahkan ke Polres Ketapang, untuk dilakuakan penyelidiakan lebih lanjut.

Hal ini dibenarkan Kapolsek Sukdana, AKP Hoerrudin. Adanya laporan masyarakat di Dusun Semanjak. Atas laporan itu, pihaknya cepat melakukan tindakan.

“Ia berdasarkan adanya laporan dari warga. Kita cepat bergerak ke lokasi. Namun pelaku kabur. Yang akhirnya berhasil tertangkap di Desa Harapan Mulia,” kata Kapolsek Sukadana.

Setelah berhasil ditangkap, yang sebelumnya juga harus mencari bungkusan sabu tersebut yang telah dibuang oleh pelaku. Dan akhirnya pihaknya berhasil menemukan barang tersebut. Sebelum tiba di kediaman Muklis, tentunya Polsek Sukadana, turut didampingi anggota Polsek Simpang Hilir karena, kawasan tersebut masuk wilayah Hukum Simpang Hilir.

“Kita juga minta dampingan dari Polsek Simpang Hilir, karena itu masih dalam kawasan mereka. Namun sayangnya, kita setiba dikediaman Muklis seperti dipersulit oleh keluarganya, dan seperti ada yang ditutup tutupi,”ucapnya. Sedangkan untuk kedua pelaku yang telah diserahkan ke Polsres Ketapang, yang aman telah menjadi kurir sabu, akan dikenakan ancaman kurungan kurang lebih lima tahun penjara.

Mengenai hal ini, Kapolsek Sukadana pun, mengharapkan kepada masyarakat khusunya di wialayah hukumnya (Sukadana.Red) sebaiknya tidak ada yang mengunakan atau pun menjadi kurir sabu.

Karena, sambung dia, hal tersebut tentunya telah melanggar hukum, yang ditetapkan di negera ini. “Kalau ada pemeriksaan atau pegeledahan di Sukadana, saya harap kepada masyarakat dapat koperatif. Dan jangan samapi pula ada yang menggunakan atau memasarkan narkoba,” pesannya.(dan)

 

Berita Terkait