Pengawasan Perbatasan Masih Lemah

Pengawasan Perbatasan Masih Lemah

  Sabtu, 9 April 2016 10:15
ILEGAL: Tiga truk dan jenis barang ilegal obat dijadikan alat bukti oleh Polres bengkayang. AIRIN//PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Lemahnya pengamanan di kawasan perbatasan negara membuat kepolisian daerah tak henti-hentinya melakukan razia barang ilegal di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Razia barang ilegal dilaksanakan secara maraton oleh petugas kepolisian daerah. Hasil penyitaan barang ilegal dalam beberapa bulan terakhir beranekaragam mulai dari produk makanan maupun produk obat-obatan.

Jumlah sitaan barang ilegal bervariasi berkisar antara puluhan juta, ratusan juta bahkan mencapai miliaran. Rata-rata barang ilegal tersebut hasil sitaan Polres Bengkayang berserta jajarannya atas dasar perintah Mabes Polri dan Kapolda Kalbar.

''Kami akan terus menggelar razia barang ilegal di kawasan perbatasan. Apapun alasannya, pelaku kejahatan barang ilegal akan kami proses secara hukum,'' ucap Kasat Reskrim Polres Bengkayang IPTU Hery Purnomo, Jumat (8/4) kepada media ini.

Dia mengatakan sesuai perintah Kapolda Kalbar akan dilaksanakan pengamanan secara meraton wilayah perbatasan negara. Tak hanya Polres Bengkayang yang akan menggelar penertiban barang ilegal. Namun perintah Kapolda juga mengarahkan pengamanan barang ilegal di Polres Sambas dan Polres Singkawang.

Ia mengungkapkan aktor di balik peredaran barang ilegal di kawasan perbatasan akan menjadi perhatian khusus dari jajaran kepolisian daerah Kalimantan Barat.

''Siapapun orangnya, tidak ada alasan bagi pelaku tindak kejahatan. Mereka tetap di jerat sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,'' tukas mantan Kapolsek Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan dan Derah Tertinggal (BPPDT) Kabupaten Bengkayang Yulius Yulianus mengapresiasi tindakan Kepolres Bengkayang dalam menuntaskan peredaran barang ilegal di kawasan perbatasan negara.

''Kami mendukung kebijakan Kapolres Bengkayang. Kepada pelaku usaha barang ilegal diharapkan dapat dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,'' terangnya kepada media ini.

Dia menyatakan dalam kunjungan Pangdam XII Tanjungpura belum lama ini, pihaknya bersama Bupati Bengkayang Suryadman Gidot sudah meminta anggota TNI diperbatasan menempati pos terpadu di Kecamatan Jagoi Babang.

Ia mengungkapkan hal tersebut dilakukan agar pelaku usaha di kawasan perbatasan tidak lagi berani memasukan barang ilegal. Dikarenakan semua sektor sudah berkomitmen menjaga dan mengamankan perbatasan negara dari tindak kejahatan.

''Semua pihak harus bekerjasama menuntaskan tindak kejahatan barang ilegal. Bukan hanya pihak kepolisian saja yang bergerak, tetapi petugas Bea Cukai dan anggota TNI juga harus terlibat menjaga keamanan di perbatasan negara,'' imbuh mantan Kadishubkominfo Kabupaten Bengkayang. (irn)

Berita Terkait