Pengacara Jessica Minta Hakim Diganti

Pengacara Jessica Minta Hakim Diganti

  Jumat, 12 Agustus 2016 10:33
grafis

Berita Terkait

JAKARTA – Tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin, melaporkan hakim Binsar Gultom ke Komisi Yudisial (KY). Menurut Hidayat Bostam, pengacara Jessica, hakim Binsar telah memihak dan melanggar asas praduga tidak bersalah.

 
Selain itu, sang pengadil dituduh melanggar kode etik. Misalnya, berbicara kasar, menghina penasihat hukum, mengarahkan saksi-saksi, melanggar hukum acara, dan menyatakan pendapat secara terbuka tentang fakta persidangan. ’’Padahal, sidang masih berlangsung,’’ ujar Hidayat di kantor KY, Jakarta, kemarin (11/8).

Hidayat menyebutkan, Gultom pernah melontarkan pernyataan yang menyudutkan Jessica. Misalnya, pernyataan bahwa seolah-olah Jessica-lah yang menaruh racun di gelas berisi es kopi vietnam yang diminum Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari lalu. Hakim juga mencontohkan kasus pembunuhan anak di bawah umur yang pelakunya dia vonis seumur hidup. Meski, tidak ada saksi yang melihat pembunuhan itu.

Menurut Hidayat, hal itu jelas melanggar kode etik hakim pasal 5 ayat 2 huruf e peraturan bersama Mahkamah Agung (MA) dan KY tentang panduan penegakan kode etik dan pedoman perilaku hakim. ’’Kalau keberadaan saksi tidak perlu, kenapa para saksi harus diperiksa,’’ katanya.

Hidayat meminta KY melakukan pengawasan terhadap sidang Jessica. Pihaknya juga meminta hakim Binsar diperiksa terkait pelanggaran kode etik. ’’Kami berharap hakim Binsar diganti,’’ ujarnya.

Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus menerima laporan tersebut. Dia mengatakan, KY selalu memantau persidangan Jessica. Jadi, KY mengetahui apa yang terjadi dalam sidang. ’’Kemarin saya juga datang ke sana,’’ ucapnya.

KY akan mempelajari laporan yang disampaikan kuasa hukum Jessica. Yang pasti, KY tidak akan melakukan intervensi terhadap persidangan. Pemeriksaan hakim tidak bisa dilakukan saat proses sidang masih berlangsung. ’’Intinya, KY melakukan pemantauan dan tidak melakukan intervensi,’’ ujar Jaja. (lum/c17/ca)

Berita Terkait