Pengabdian Berbuah Penghargaan

Pengabdian Berbuah Penghargaan

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30
Dokter Gigi Ratri Dini Prasiwi

Berita Terkait

Ratri Dini Prasiwi bercita-cita menjadi dokter gigi sejak kecil. Ia menganggapnya sebagai pekerjaan yang  unik. Ketika pindah dari Putussibau ke Pontianak, perempuan berusia berusia 39 tahun ini bertekad mengabdi kepada masyarakat sesuai profesinya sebagai dokter gigi. Pengabdiannya pun berbuah penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Nasional dari Kalbar Tahun 2016.

Oleh: Marsita Riandini

“Ketika SMA, saya mengikuti psikotes. Ternyata saya lebih cocok menjadi dokter gigi dibanding dokter umum. Makanya saya memilih menjadi dokter gigi,” ujar dokter gigi Ratri Dini Prasiwi atau bisa dipanggil Siwi ini. 

Bagi Siwi, menjadi dokter gigi memiliki keunikan tersendiri. Diperlukan skill dan ekstra kesabaran dalam melayani masyarakat. Semakin tinggi jam terbangnya, semakin tahu teknik yang tepat dalam merawat gigi pasien.

“Tentunya tak bisa asal mencabut (gigi). Harus ada keahlian dan pengetahuan yang baik,” kata Siwi. 

Dokter gigi juga dituntut lebih sabar. Sebab, pasien datang dengan berbagai kondisi. Dan, dokter gigi tak hanya sekadar memberi resep atau melakukan tindakan seperti menampal dan mencabut.

“Tetapi biasanya lebih banyak mendengarkan keluhan mereka. Konsekuensinya banyak memakan waktu. Tapi tak apa, terpenting pasien percaya dengan saya,” kata Siwi.

Siwi pun kerap melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama pada pasien-pasien yang datang kepadanya. Edukasi ini diantaranya tentang cara merawat gigi yang tepat. Sebab, gigi adalah organ pencernaan pertama makanan sebelum masuk ke lambung dan usus. Namun, kadang kurang diperhatikan, padahal itu satu kesatuan. Walau terdengar sepele, tetapi hal ini membawa kontribusi besar terhadap kesehatan tubuh.

“Sekarang ini masih banyak yang belum menyadari pentingnya merawat gigi,” tutur Siwi.

Siwi pernah menjadi dokter gigi PTT (Pegawai Tak Tetap) di Putussibau. Kemudian, diangkat menjadi pegawai negeri di Pemerintah Kota Pontianak. 

Kini, ia menjabat Kepala Puskesmas Pal III di Jalan Puskesmas Nomor 1 Pontianak. Awalnya, ia ragu atas amanah yang diembannya itu. Apalagi puskesmas merupakan ujung tombak dan sarana pelayanan kesehatan terdepan di masyarakat. 

“Sejak awal setelah dipindahkan dari Putusibau ke Pontianak, saya memang ingin mengabdi kepada masyarakat sesuai profesi saya sebagai dokter gigi,” ungkap perempuan kelahiran Banjarmasin ini.

Siwi pun berusaha meyakinkan diri bahwa ia mampu. Kemudian ia melakukan berbagai koordinasi dengan stafnya dan menjalankan program-program pelayanan kesehatan masyarakat yang ditentukan pemerintah. Mulai dari pelayanan di dalam puskesmas hingga melakukan pendekatan dengan masyarakat di luar puskesmas.

 “Ini yang membedakan dengan dokter biasa. Sebagai kepala puskesmas, saya juga harus turun ke lapangan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama warga yang berada di kawasan  binaan Puskesmas Pal III terkait menjaga kesehatan masyarakat,” terangnya. 

Ia pun pun tidak menyangka akan meraih penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan nasional. Awalnya, Siwi ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk mengikuti lomba tenaga kesehatan tingkat kota. Ternyata ia menang hingga tingkat provinsi. “Setelah itu langsung ke nasional untuk meraih penghargaan,” ungkapnya. 

Ia pun memperlihatkan foto-foto dirinya bersama tiga orang lainnya yang terpilih mewakili Kalimantan Barat. “Kategorinya itu ada empat. Ada dari perawat dan bidan, dokter, tenaga gizi, dan kesehatan masyarakat. Saya terpilih untuk kategori dokternya,” paparnya sembari menunjukkan penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek.

Tetapi, Siwi tak berpuas diri dengan penghargaan yang diraihnya. Baginya, penghargaan adalah penyemangat untuk terus  melakukan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. 

“Ini menjadi motivasi bagi saya dan semakin menyadari posisi saya sebagai pengabdi masyarakat. Pun kalau melakukannya dengan ikhlas, penghargaan tanpa diminta pun akan kita dapatkan,” terangnya.** 

Berita Terkait