Penerbitan Surat Kendaraan Selundupan

Penerbitan Surat Kendaraan Selundupan

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak menduga ada keterlibatan anggota kepolisian dalam penerbitan surat kendaraan mewah asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Bandung, Jawa Barat.    

Untuk membongkar adanya indikasi itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk melakukan penyelidikan terkait penerbitan surat kendaraan terebut.

Menurut Musyafak, berdasarkan surat kendaraan, STNK, dan BPKB dikeluarkan oleh Polda Jawa Barat.

"Kapolri sendiri sudah memerintahkan propam untuk melakukan identifikasi ke Polda Jawa Barat. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat," katanya dalam keterangan pers, kemarin.

Menurutnya, kasus penyelundupan mobil mewah asal Malaysia ini menjadi perhatian, mengingat letak geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi daerah yang rawan akan penyelundupan.

"Saya kira ini penting, Kalbar berbatasan dengan Malaysia. Untuk itu kemungkinan terjadi penyelundupan masih marak. Hari ini mungkin mobil, beberapa waktu lalu, kami ungkap narkotika. Saya perintahkan untuk memperketat pengamanan di wilayah perbatasan," tegasnya.

Dikatakan Musyafak, kasus penyelundupan kendaraan mewah dari negeri jiran ke Indonesia bukan baru yang pertama kali. Menurut catatan Polresta Pontianak, kasus penyelundupan serupa sudah terjadi sebanyak lima kali dalam berapa tahun terakhir.

    "Ini bukan yang pertama. Menurut kapolres kasus seperti ini (penyelundupan mobil) sudah lima kali terjadi. Saya perintahkan untuk terus dikembangkan. Kemungkinan lebih dari itu," katanya.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka, Gamma Satria, mobil tersebut dibeli dengan harga Rp200 juta di Malaysia. Kemudian akan dibawa dan dijual ke Bandung dengan harga dua kali lipat yakni Rp400 juta.

"Di sana (Malaysia) harganya sekitar Rp200 juta. Di sini akan dijual Rp400 juta," katanya. 

Pengungkapan aksi penyelundupan mobil, Mercedez Benz dan BMW  asal Malaysia ini berawal dari kecurigaan petugas yang melihat adanya mobil diduga bukan berasal dari Indonesia tengah berada di toko aksesori mobil Marsela, Jalan M Sohor, Pontianak. 

Berdasarkan dugaan tersebut, dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan oleh pemilik mobil, yakni Gamma Satria memperlihatkan STNK dengan nomor polisi kendaraan D 1622 RC. 

Setelah dilakukan pengecekan, mulai dari nomor kerangka dan nomor mesin, ditemukan perbedaan antara nomor yang ada di kendaraan dan di STNK. 

Dugaan bahwa mobil tersebut ilegal semakin kuat dengan adanya ketidakcocokan nomor kerangka dan mesin dengan yang tertera di STNK, sehingga pemilik mobil bersama mobil diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan penyidik, akhirnya ditemukan bukti-bukti telah terjadinya tindak pidana pemalsuan dokumen yang dilakukan pemilik mobil. 

STNK dan BPKB yang digunakannya asli. Untuk mengelabui petugas, nomor rangka dan mesin mobil Malaysia itu diubah sesuai STNK yang dipegang tersangka. 

Pengakuan tersangka, dua unit mobil klasik tersebut dibelinya dari seseorang di Malaysia. Lalu sesampainya di Pontianak, seluruh kelengkapan kendaraan, seperti plat mobil, STNK dan BPKB dipalsukan. 

Dugaan sementara, pemalsuan dokumen untuk memasukan kendaraan dari Malaysia ini sudah berlangsung lama dan melibatkan sejumlah orang sehingga ketika barang ini masuk terbilang aman.(arf)

Berita Terkait