Penembak Tingkat Dunia, Disambut Ribuan Warga

Penembak Tingkat Dunia, Disambut Ribuan Warga

  Selasa, 12 December 2017 10:00
Warga Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, laik berbangga. Salah satu putra daerahnya, Woli Hamsan berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam event Lomba Menembak Angkatan Darat tingkat Dunia. Saat cuti, dan pulang kampung, ribuan warga pun antusias menyambutnya.

Berita Terkait

Ketika Sersan Satu Woli Hamsan Pulang Kampung, ke Jawai

Fahrozy, JAWAI

SERSAN Satu (Sertu) Woli Hamsan, juara dunia lomba menembak angkatan darat tingkat dunia beberapa waktu lalu menyempatkan diri cuti. Dia pun mengisi cutinya dengan pulang ke kampung halaman, di Desa Bakau Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas untuk menjenguk orang tuanya.

Sebelumnya, warga sekitar sudah mendengar kabar kepulangan Sertu Woli Hamsan. Kemudian atas inisiatif dari Dandim 1202 Singkawang, kemudian adanya persetujuan dari pihak keluarga, masyarakat bersepakat mengadakan penyambutan personil TNI AD yang belum lama ini menjadi penembak terbaik se- Asia-Pasifik di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) pada 5–26 Mei lalu.

Saat itu Wolly yang merupakan anak dari Hamidan, meraup poin sempurna di nomor tembak reaksi. Tanpa memerlukan alat bantu wind speed meter seperti para rival. Tak hanya itu, sederet kesuksesan yang dibawa prajurit TNI-AD itu di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), selama berkompetisi bersama perwakilan 19 negara se-Asia-Pasifik di Kompleks Militer Puckapunyal, Victoria, Australia, mengoleksi 18

medali.

Rinciannya, 15 emas (9 perseorangan dan 6 beregu), 2 perak, dan 1 perunggu. Ayah dua anak tersebut mengulangi prestasinya di ajang yang sama pada 2011 dengan terpilih sebagai petembak terbaik. Bahkan dengan embel-embel raihan emas perseorangan lebih banyak ketimbang 2011 yang merebut 8 emas.

Selain itu, Wolly berperan besar mengantarkan kontingen TNI-AD menjadi juara umum dengan total 28 emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Itu gelar juara bertahan TNI-AD untuk sepuluh kali berturut-turut. Kian membanggakan lagi karena pistol dan senapan produksi yang digunakan Wolly dan 14 penembak lain di tim TNI-AD merupakan produksi PT Pindad.

Diakui kerabatnya, Sahrial. Woli Hamsan memang rutin pulang ke kampong halamannya untuk menemui orang tuanya. “Paling tidak dua atau tiga tahun, biasanya pulang ke Jawai,” kata Sahrial.

Namun untuk kepulangan yang saat ini, ada sedikit berbeda. Lantaran Woli telah menorehkan prestasi membanggakan bagi TNI AD dan bangsa Indonesia. Sehingga masyarakat bersepakat, melaksanakan penyambutan.

“Woli Hamsan, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB tiba di Desa Bakau. Ada sekitar dua ribuan warga yang menyambutnya,” katanya. Dalam rangka meramaikan acara penyambutan, juga ada drumband. Kemudian mendapatkan pengawalan dari prajurit Kodim 1202 Singkawang.

Selaku kerabat yang juga warga desa setempat. Sahrial mengaku bangga. Bagaimana anak dari kampung tapi memiliki prestasi di kancah internasional. “Sangat bangga, atas prestasi yang  diraih. Ke depannya apa yang diraih Woli, dapat memotivasi generasi muda khususnya di Desa Bakau dan Kabupaten Sambas,” katanya. Meski sudah berprestasi, Woli juga tak melupakan tanah kelahirannya.

Saat sampai di kampung halaman, banyak warga meminta berfoto bersama dengan Woli. Woli pun mengiyakan dengan ramah permintaan warga. (*)

Berita Terkait