Pendidikan Pondok Pesantren Semakin Diminati

Pendidikan Pondok Pesantren Semakin Diminati

  Rabu, 24 Agustus 2016 09:08
HIBAHKAN TANAH: Mursyid TQN, KH Muhammad Ansori (kopiah putih) melihat tanah yang dihibahkan oleh pemiliknya, untuk Ponpes Darul Fadhilah.

Berita Terkait

HIBAH tersebut dilakukan untuk kesejahteraan ponpes Darul Fadhilah Ketapang sendiri. Dan mereka yang menghibahkan tanah pribadi merupakan jemaah dari Majelis Taklim Yasin Fadhilah dibawah asuhan Syaikhul Amir Muhammad Abdul Qudus.

 
Terlebih, belakangan ini lembaga pendidikan agama seperti Ponpes mulai diminati warga di dua desa yang bertetangga, dan berbatasan darat langsung dengan Kabupaten Ketapang.

Berdasarkan informasi yang ada sejak dua tahun terakhir (tahun ajaran 2015 dan 2016, Red), puluhan pelajar dari dua desa ini menimba ilmu di Ponpes Darul Fadhilah yang terletak di Kongsi Lapan, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Bahkan, beberapa pelajar di SMPN 02 Sukadana yang terletak di Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga memilih pindah dan masuk Ponpes. Di Ponpes Darul Fadhilah itulah mereka yang menjadi santri dan tentunya tidak hanya mendapatkan pendidikan agama. Melainkan tetap dapat mengikuti pendidikan tingkat SMP maupun SMK.

Untuk warga yang menghibahkan tanah diantaranya, Doni Suprapto yang akrab disapa Pakde Gembot merupakan warga Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga dan Muhammad Hamidi yang warga Dusun Sungai Cina, Desa RBJ. Masing-masing mengibahkan sebidang tanah yang terletak di Parit Pangeran, Dusun Semanai Desa Simpang Tiga. Tanah yang dihibahkan merupakan lahan pertanian yang selama ini sudah dimanfaatkan warga setempat untuk persawahan (menanam padi, Red). “Semoga saja bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan Ponpes ini,”kata Pak Gembot dibenarkan pula Hamidi.

Warga lainnya adalah Budi. Warga Dusun Pematang Baros, Desa RBJ yang mengibahkan 1,5 hektar lahan perkebunan di Pal 6, Dusun Pangkalan Tapang, Desa RBJ. Ia mengatakan ketika menyerahkan tanah tersebut dihadapan Syaikhul Amir Muhammad Abdul Qudus yang disaksikan pula Mursyid Tariqoh Qodriyah Wa Naqsabandiyah (TQN), KH Muhammad Ansori dan para jemaah Yasin Fadhilah Cabang Matan Hilir Utara dan Sukadana, semoga saja tanah yang dihibahkannya dapat digunakan sebaik mugkin dan bermanfaat.“Saya hibahkan supaya bisa digarap dan dimanfaatkan demi kesejahteraan Pondok Pesantren. Mudah-mudahan bisa lebih berkah bagi saya dan keluarga, dan anak saya juga diberi kepahaman dalam menuntut ilmu,” ujar Budi

Syaikhul Amir Muhammad Abdul Qudus mengajak kepada jemaah agar sama-sama menggarap lahan tersebut. Beragam tanaman, dilanjutkan ustadz yang hafiz Alquran ini, dapat dikembangkan seperti pisang ataupun tebu. “Untuk dua jenis tanaman tersebut mudah dalam perawatannya dan juga mudah untuk di pasarkan,”terangnya.

Sementara itu, Koordinator Pertanian Yasin Fadhilah, Maskuri mengajak kepada jemaah untuk mengembangkan tanaman padi di lahan tersebut. dan untuk usulannya tersebut didukung oleh para jemaah. Dan dalam waktu dekat para jemaah akan kerja gotong royong dibidang pertanian untuk menggarap lahan tersebut.

Berita Terkait