Pendidikan Dasar, Pinjam Kantor Posyandu

Pendidikan Dasar, Pinjam Kantor Posyandu

  Kamis, 7 April 2016 09:40
USULAN: Sekretaris DPD Desa Lesabela (Biru) Genari (42) bersama tokoh masyarakat setempat meminta bangunan sekolah dasar didirikan di Dusun Belatek, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Amanat Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional, Pasal 31 ayat (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Namun fakta di lapangan ditemukan bangunan sekolah dasar di Dusun Belatek, Desa Lesabela masih meminjam kantor Posyandu untuk aktivitas belajar. Airin Fitriansyah, Bengkayang

SIANG hari, Selasa (5/4) cuaca begitu cerah mewarnai Dusun Belatek, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. Aktivitas warga yang berada di luar rumah tampak sepi. Terlihat di sepanjang jalan pepohonan. Serta beberapa jemuran pakian dan kendaraan yang terparkir di halaman rumah penduduk.

Tidak jauh dari pemukiman  penduduk, di pojok jalan terlihat bangunan Sekolah Dasar Negeri 19 Semayas Desa Lesabela. Kondisi bangunan tersebut sangat memperhatinkan. Hanya berukuran empat meter persegi dan berdinding kayu dijadikan tempat untuk belajar mengajar anak sekolah.

''Gedung sekolah dasar permanen kita belum punya. Tempat ini bukan bangunan sekolah, tapi bangunan Posyandu. Jadi kita tempati sementara untuk aktivitas pendidikan sekolah dasar,'' ucap guru honor Juliadi di SDN 19 Semayas, kepada media ini.

Dia mengatakan bahwa pembangunan sekolah dasar sudah pernah diajukan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Namun hasil survei lahan untuk pembangunan sekolah dasar dinilai tidak layak karena berjauhan dari pemukiman rumah penduduk.

Ia menuturkan untuk jumlah anak sekolah dasar 9 orang murid. Sedangkan murid lainnya terpaksa memilih sekolah dasar di Pusat Kecamatan Ledo. Meskipun mereka harus menempuh perjalanan 6 kilometer dari tempat tinggal untuk mendapatkan pendidikan lebih baik.

''Sebenarnya warga di sini sudah lama memimpikan bangunan sekolah dasar. Tapi belum juga ditanggapi oleh pemerintah daerah. Bahkan warga di sini juga tidak memiliki bangunan untuk pendidikan anak usia dini,'' imbuh Juliadi ayah dari dua anak dihadapan beberapa tokoh masyarakat.

Seketaris DPD Desa Lesabela Genari (42) menambahkan pihaknya juga sudah mengajukan dalam Musrembang untuk pembangunan sekolah dasar di Dusun Belatek, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang.

''Kami sudah mengusulkan dalam Musrembang pembangunan desa untuk tahun 2016. Tapi dalam pengajuan kami belum juga ditanggapi dengan baik,'' terangnya dihadapan tokoh masyarakat.

Dia menyatakan dalam pengusulan pembangunan sekolah dasar sudah lama disampaikan kepada pemerintah daerah. Namun banyak pertimbangan yang di terima oleh pemerintahan Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Ia mengungkapkan pembangunan sekolah dasar sudah sewajarnya didapatkan oleh masyarakat Dusun Belatek. Dikarenakan pemerintahan Dusun Belatik sudah memiliki tiga wilayah rukun tetangga dengan jumlah penduduk yang memadai.

''Jumlah penduduk di Dusun Belatek sudah ramai mencapai dua ribu jiwa. Di RT Semayas saja sudah ada 34 kepala keluarga. Jadi, sudah sewajarnya pemerintah daerah membangun sekolah dasar untuk warga sekitar,'' tandas ayah tiga anak menujukan kondisi bangunan sementara di SDN 19 Semayas, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. (***)

Berita Terkait