Pendidikan Cara Belajar Mudah

Pendidikan Cara Belajar Mudah

  Senin, 2 November 2015 09:09
Gambar dari Internet

Berita Terkait

Pembelajaran dengan metode revolusi asosiasi dan memisah-misahkan merupakan cara belajar tepat dan menyenangkan apabila bisa diterapkan setiap siswa. Dua metode itu menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan ketika belajar. Namun, ketika belajar kebanyakan peserta didik hanya menggunakan otak kiri, sehingga capaian yang dicapai terasa tak maksimal. Kepala Cabang Ganesha Operation, Yosep Ismail Safari menjelaskan, proses pembelajaran dapat menyenangkan apabila ketika belajar seperti bermain. Selama ini cara belajar cenderung serius. “Ada proses perubahan anak biar belajarnya lebih greget. Kadang anak belajar hari ini, besok sudah lupa. Kita punya konsep revolusi belajar bagaimana anak belajar cepat tetapi hasilnya bagus,” ucap dia kepada Pontianak Post, usai memberikan seminar motivasi di SMK 5 Pontianak, Sabtu (31/10).

Dalam seminar itu, ia menjelaskan ada beberapa cara revolusi belajar agar dapat digunakan siswa. Yaitu metode asosiasi dan memisah-misahkan. Metode asosiasi bisa diterapkan dalam pelajaran teori. Namun apabila pelajaran eksaks dapat mengggunakan teori pemisah. Jika menggunakan terori itu, dalam belajar otak kiri dan kanan dapat digunakan secara seimbang.

Selama ini kata dia, sebagian besar peserta didik kebanyakan belajar hanya menggunakan otak kiri saja. Sehingga berakibat terjadi pembelajaran yang monoton dan sifatnya hanya sementara. Tetapi apabila penggunaan otak kanan digunakan, sifat ingatannya berjangka panjang. “Tadi (Sabtu) sudah saya terapkan pembelajaran dengan metode itu, hasilnya mereka dapat belajar menyenangkan dan mereka ingat dengan cepat. Padahal angka-angka yang dihapal begitu panjang,” jelasnya.

Ketika ditanyai kenapa peserta didik dapat mengerti dan menghapal angka secepat itu, ia menjelaskan bahwa di bagian otak manusia terbagi dua, yaitu otak kiri dan kanan. Selama ini cara kerja otak kiri dan kanan berbeda. Otak kiri lebih menganalisis, angka, data, kedetailan. Jika itu digunakan di sekolah dengan dominan tentu belajar tidak akan menyenangkan. Namun, apabila ke duanya digabung, maka belajar dapat menyenangkan. “Hal ini yang kita sampaikan,” terangnya.

Otak kanan digunakan untuk hal-hal menyenangkan, seperti kreatifitas, menggambar, seni dan musik. Apabila hal itu dipadankan ketika menangkap pelajaran, maka semua pelajaran akan mudah. “Murid dapat menggunakan kreatifitasnya dalam setiap pelajaran yang dipelajari,” terangnya.   Ia berharap sistem pembelajaran ini dapat menyenangkan. Kita tidak mau banyak generasi muda banyak menganggap sekolah justru jadi beban, artinya jika beban motivasi belajar anak jadi lemah. Emosi anak ini tidak terjadi pada satu atau dua sekolah tetapi banyak. “Ganesha Operation ingin memberikan sumbangsih sedikti saja pada dunia pendidikan, agar lebih maju,” tutupnya.(iza)

Berita Terkait