PENDIDIKAN BERBASIS PERPUSTAKAAN: MERANCANG DESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN SEKOLAH

PENDIDIKAN BERBASIS PERPUSTAKAAN: MERANCANG DESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN SEKOLAH

  Rabu, 11 May 2016 19:00   4,084

Desain  interior  perpustakaan  sekolah  hendaknya disesuaikan  dengan  kecenderungan  minat  pemustakanya. Sehingga kalo perpustakaan SD/MI dapat dibuat  suasana  yang  diminati/disukai/nyaman  untuk anak-anak  usia 6-12 tahunan. Fungsi inti  perpustakaan  sekolah  adalah  sebagai  sumber belajar, jadi  inti dari penataan  ruang dan desain interior disini adalah  agar  siswa mau berlama-lama  di Perpustakaan  dengan  gembira.

Penataan Ruangan

Menurut Darmono (2001) ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penataan  ruangan perpustakaan, antara lain:

Aspek Fungsional

Maksudnya  penataan  ruang  mendukung  kinerja perpustakaan. Antar ruang mempunyai hubungan fungsional, yang dapat memudahkan/melancarkan kegiatan pemustaka dan petugas perpustakaan.

Aspek Psikologis Pengguna

Aspek psikologis pemustaka (atau biasa disebut pengunjung perpustakaan) hendaknya diperhatikan. Perabot yang serasi, penataan yang rapi memungkinkan pemustaka merasa nyaman berada di dalam perpustakaan. Namun untuk  pemustaka usia SD/MI yang notabene masih anak-anak memerlukan  kajian  lebih lanjut untuk membuat mereka nyaman. Buatlah pertanyaan  singkat pada anak-anak  mengenai  kenyamanan  yang  mereka inginkan, karena setiap anak itu unik.

Aspek Estetika

Keindahan  ruangan perlu mendapat perhatian, namun bukan  berarti menggunakan barang-barang (perabot) yang  mahal. Keserasian, kebersihan adalah faktor penting untuk menunjang keindahan.

Aspek Keamanan Bahan Pustaka

Maksudnya letakkan koleksi (bahan pustaka) ditempat  yang  “aman”, baik aman  dari  kerusakan  alamiah (misal  dari air hujan, sinar matahari langsung, dll) ataupun aman dari  kemungkinan  perusakan/pencurian.

 

Kebutuhan Ruang Perpustakaan Sekolah

Beberapa ruang yang dibutuhkan untuk Perpustakaan Sekolah tingkat SD/MI antara lain : (Darmono:2001)

1.      R. Guru Pustakawan

2.      R. Kerja Teknisi Perpustakaan

3.      R. Sirkulasi

4.      R. Baca

5.      R. Reference

6.       Stack untuk non-fiksi

7.      Stack untuk bacaan ringan (fiksi)

8.      Majalah/koran

9.      R. Ceritera

10.  R. Alat-alat peraga pengajaran

11.  R. Audio visual

Adapun untuk pembinaan gedung bagi Perpustakaan  yang  ruang tersendiri (blm menempati gedung tersendiri)  menurut Sutarno NS (2006) yang terpenting adalah bahwa semua proses kegiatan dapat berjalan  guna melaksanakan tugas dan fungsi perpustakaan. Sehingga untuk masing-masing ruang  tersebut dapat mengikuti kondisi yang ada, dapat  juga menggabungkan  fungsi ruang tsb.

Penataan  Koleksi  di  Rak

Ada beberapa  hal  yang perlu  diperhatikan  dalam  penataan  koleksi/buku di  rak, antara  lain:

Memudahkan untuk ditemukan kembali jika diperlukan
Mengikuti  aturan  tertentu (klasifikasi)
Disesuaikan dengan  jenis  koleksinya , misalkan dapat  dijangkau anak-anak (untuk koleksi anak), dan  untuk  koleksi  tertentu hanya  petugas  yang  dapat menjangkaunya (misalkan koleksi Audio Visual,  dll)

Penutup

Pada  prinsipnya, desain interior Perpustakaan Sekolah  itu dimaksudkan  agar  siswa dapat  nyaman  dan  “ketagihan “ untuk  selalu  datang  ke perpustakaan  untuk  membaca, belajar atau  mencari  hiburan  (melalui cerita fiksi). Dalam hal ini pihak sekolah baik  guru  pustakawan  maupun  kepala  sekolah  dapat  berkreasi  sendiri  sesuai  dengan  kemampuan  sekolah.**

 

Indah Wijaya Antasari

Pustakawan di IAIN Purwokerto sejak tahun 2005. Kontributor pada buku-buku kepustakawanan, penulis lepas, pemerhati pendidikan anak dan pengelola web probiotiksimba.com