Penderita Kanker Payudara Capai 12. 014 Jiwa , PKK Dukung Seminar IBI Mempawah

Penderita Kanker Payudara Capai 12. 014 Jiwa , PKK Dukung Seminar IBI Mempawah

  Kamis, 25 February 2016 08:32
SEMINAR: Ketua PKK, Hj Erlina Ria Norsan foto bersama dalam kegiatan seminar umum IBI. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 MEMPAWAH- Data sistem informasi Rumah Sakit pada tahun 2014 mengungkapkan pasien berobat jalan maupun rawat inap terbanyak merupakan penderita kanker payudara. Jumlahnya mencapai 12. 014 orang atau 28,7 persen dari populasi perempuan di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mempawah, Hj Erlina Ria Norsan ketika membuka seminar umum dalam rangka HUT IBI ke-65 dan Musyawarah Cabang (Muscab) IBI ke-7, Rabu (24/2) pagi di Wisma Chandramidi Mempawah.

Menurut Erlina, penanganan penyakit kanker di Indonesia menghadapi berbagai kendala hingga menyebabkan hampir 70 persen penderitanya sudah terdeteksi dalam keadaan stadium lanjut. Penyebabnya, akibat masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker itu sendiri.

“Faktor lainnya lantaran masyarakat kita masih percaya dengan mitos yang mengatakan penyakit kanker tidak dapat dideteksi, tidak bisa dicegah dan disembuhkan. Padahal, faktanya tidak seperti itu. Lebih dari 40 persen semua jenis kanker dapat dicegah jika sejak awal mendapatkan penanganan yang tepat,” papar Erlina.

Di Kabupaten Mempawah, ungkap Erlina yang juga Ketua PMI itu, sejak tahun 2015 lalu telah dilaksanakan program deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks yang dilaksanakan Dinas Kesehatan. Hasilnya, 3, 6 persen dari 387 wanita yang memeriksakan payudaranya didetiksi mengalami benjolan.  Serta 42, 8 perempuan tersebut diduga menderita kanker payudara. “Sedangkan untuk kanker serviks, dari 350 wanita yang datang memeriksakan leher rahim, dengan menggunakan metode inspeksi Vagina dengan Asam Asetat (IVA) sebanyak 10,5 persen dinyatakan IVA positif. Dan yang dicurigai kanker sebanyak 24, 32 persen,” terangnya.

Lebih jauh, Erlina mengatakan, dalam 10 program pokok PKK tepatnya pada program ke-7 terkait dengan kesehatan, diharapkan masyarakat lebih mengoptimalkan pengetahuan dan prilaku hidup sehat.

“Karenanya dalam kesempatan ini, saya mengajak para wanita-wanita yang ada di Kabupaten Mempawah untuk senantiasa memperhatikan kesehatannya. Supaya angka kesakitan dan kematian pada perempuan dapat ditekan. Terutama kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh kanker payudara dan kanker serviks,” ujarnya.

Melalui seminar tersebut, Erlina berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kabupaten Mempawah tentang berbagai jenis ancaman penyakit yang dapat mengganggu kesehatan. Terutama penyakit kanker payudara maupun serviks dan jenis lainnya yang dapat mengancam kesehatan.

“PKK mendukung penuh kegiatan seminar umum yang dilaksanakan IBI dalam rangka HUT IBI ke-65 dan Musyawarah Cabang (Muscab) IBI ke-7 ini. Semoga, seminar ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi para peserta,” pungkasnya.Seminar umum IBI tersebut dihadiri sejumlah pejabat SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan, Armini, Kepala Badan KBPPPAPM Pemdes, Ikke Wicaksono, Ketua IBI beserta jajarannya hingga Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah dan organisasi terkait lainnya.(wah)

 

Berita Terkait