Pendemo Gagal Temui Kajot

Pendemo Gagal Temui Kajot

  Sabtu, 16 April 2016 09:20
DEMO: Demo terhadap Ketua DPRD Bengkayang Martinus Kajot. Pendemo berusaha menerobos masuk.AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Ratusan massa keluarga korban Putri Lusiando mencaci maki Martinus Kajot Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang. Namun tidak ada satupun perwakilan DPRD Bengkayang yang berani angkat bicara dihadapan ratusan massa masyarakat dayak tersebut.

Semua anggota DPRD Bengkayang terdiam dan hanya belasan anggota dewan yang hadir pada saat unjuk rasa pukul 10.00 wib. Lembaga DPRD pun diamankan oleh aparat kepolisian daerah, Kamis (14/4) di Kantor DPRD Kabupaten Bengkayang.

Aksi demo pihak keluarga korban Putri Lusiando mencoba menerobos masuk menemui Martinus Kajot Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang. Namun orang nomor satu di legislatif yang juga kader partai PDI-P tidak bisa di temui karena di hadang aparat kepolisian daerah.''Kajot keluar kau! Kalau berani hadapi kami. Jangan sembunyi. Beraninya hanya merusak anak gadis orang,'' teriakan unjuk rasa dari pihak keluarga korban Putri Lusiando.  Massa mulai memanas saat Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot tidak berada di tempat. Dorong-dorongan pun terjadi antara pengunjuk rasa dan keluarga korban Putri Lusiando.

Martinus Ujang,  ketua tim koordinator keluarga korban Putri Lusiando menantang Kajot untuk menghadapi massa. Jika tidak berani bicara dihadapan pihak keluarga korban. Silakan bicara melalui jalur hukum karena tidak seorangpun yang kebal hukum.

‘’Jangan lari dari kenyataan. Berani berbuat berani bertanggungjawab,'' ungkapnya dihadapan ratusan massa dari pihak keluarga korban Putri Lusiando tersebut.

Setelah beberapa jam aksi massa mulai mendingin dihadapan publik. Secara perwakilan keluarga korban Putri Lusiando menemui Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bengkayang.

Hasil pertemuan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari Ketua Badan Kehormatan DPRD Bengkayang Antonius Akip, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Josua Sugara dan Fransiskus, Seketaris DPRD Kabupaten Bengkayang Lorensius dan beberapa ketua fraksi partai.

''Kami minta berikan waktu 14 hari untuk hasil laporannya. Jika tidak ada hasilnya tentang dugaan kasus Ketua DPRD Martinus Kajot. Silakan keluarga korban Putri Lusiando datang dan melakukan demo lagi di kantor DPRD Bengkayang,'' tandas Antonius Akip kepada seluruh anggota Badan Kehormatan DPRD Bengkayang dan disaksiakn pihak keluarga korban Putri Lusiando beserta Kasat Intel Polres Bengkayang dan Kasat Satpol-PP Kabupaten Bengkayang. (irn)

 

Sent from my airin fitriansyah™

Berita Terkait