Pendaftaran Tertunda Cap Basah

Pendaftaran Tertunda Cap Basah

  Kamis, 22 September 2016 10:13
oto: Suasana Pendaftaaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tjhai Chui Mie dan Irwan ke KPU Kota Singkawang Selasa (21/9) di kantor KPU Kota Singkawang kemarin

Berita Terkait

SINGKWANG--Pendaftaaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tjhai Chui Mie dan Irwan ke KPU Kota Singkawang Selasa (21/9) diwarnai adu mulut antara Ketua DPW Hanura Kalbar Suyanto Tanjung dan Ketua KPU Kota Ramdan Singkawang.

 
Pasalnya saat bakal calon walikota dan wakil walikota pasangan Chair ini sudah berada di meja pendaftaran dan berhadapan dengan seluruh komisioner KPU Kota Singkawang, Partai Hanura sebagai pengusung tidak adapat menunjukkan surat Keputusan DPP Partai Hanura yang ditandangani pimpinan partai politik yang dibubuhi cap basah partai bersangkutan.

Alhasil, Ketua DPW Suyanto Tanjung terus melayangkan pertanyaan kepada KPU Kota Singkawang hingga harus menelpon di hadapan massa via telpon dengan Ketua KPUD Kalbar.

Ketua KPU Kota Singkawang Ramdan tidak dapat menerima berkas SK DPP Hanura yang berbentuk hasil print out scanner asli SK DPP Hanura dari Jakarta.

Karena sebagaimana pasal 42 ayat 2 PKPU Nomor 9 tahun 2016 tertulis; Pengesahan surat pencalonan beserta lampiran dibubuhi tanda tangan asli/basah oleh pimpinan partai politik atau para pimpinan partai politik yang bergabung dan dibubuhi cap basah parpol sesuai dengan surat keputusan kepengurusan parpol yang sah”.

“Jadi saat mendaftar SK DPP Partai pendukung pasangan calon harus melampirkan SK asli yang dibubuhi cap basah,” kata Ramdan.

Gara-gara cap basah ini, Ketua DPW Hanura Kalbar dan Ketua KPU Ramdan harus “berbalas pantun”, ketua KPU Singkawang Ramdan pun dihujani pertanyaan seputar SK DPP tak miliki cap basah hingga meminta kebijakan terhadap pelaksanaan aturan PKPU tersebut. Namun Ramdan tetap berpegang teguh atas aturan tertulis tersebut.

Sementara SK DPP Parpol PDI Perjuangan dan DPP Partai Nasdem lengkap sehingga pendaftaran bakal calon Tjhai Chui Mie dan Irwan tertunda.

Hebohnya persoalan cap basah SK DPP Hanura ini tentu saja menyita semua pihak yang ada di ruang penerimaan pendaftaran calon walikota-wakil walikota Singkawang, sehingga seorang pengurus partai DPW Hanura Kalbar nyelutuk.

“Minta tolong kepada media untuk tidak  mengekspose masalah ini,” kata pria berjas partai Hanura dihadapan massa yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Diketahui pengurus partai Hanura Kalbar tersebut merupakan Wakil Bupati Melawi Dadi Sunarya. Konsekwensinya jika DPP Hanura tidak menyerahkan SK DPP yang asli dan dibubuhi cap basah partai, maka akan dicoret sebagai sebagai pengusung bakal calon kepala daerah, dimana hal ini tertuang dalam Pasal 41 PKPU Nomor 5 tahun 2016 Dalam  hal  terdapat (satu)  atau  lebih  Partai  Politik dalam  Gabungan  Partai  Politik tidak melampirkan Keputusan  Pimpinan  Partai  Politik  tingkat  pusat tentang persetujuan Pasangan Calon, KPU Provinsi/KIP  Aceh  atau KPU/KIP  Kabupaten/Kota menyatakan   Partai   Politik   tersebut   tidak   dapat menjadi    bagian    dari    Gabungan Partai    Politik pengusul Bakal Pasangan Calon dan  mencatatnya dalam berita acara.

Namun, Ketua DPW Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung tetap bersikukuh bahwa dukungan DPP Hanura terhadap pasangan Chair ini ada dan asli, seperti hal dokumen yang dikirim via email. Kemudian dokumen tersebut diprint out.

“Karena aslinya yang bercap basah masih dalam perjalanan ke sini (Singkawang, red),” katanya.

Akhirnya tetap saja pendaftaran ditunda hingga melewati pukul 16.00 wib hari itu. Sehingga seluruh rombongan pengantar pasangan Chair berdiskusi kecil-kecilan di luar gedung penerimaan pendaftaran calon kepala daerah.

Hingga sore sekitar pukul 16. 30 wib Selasa (21/9)  baik KPU Kota Singkawang pasangan Chair yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura dan Demokrat menunggu datangnya lampiran surat dukungan DPP Hanura datang ke Singkawang yang dibubuhi cap basah. (har)

Berita Terkait