Pencurian Listrik Dilaporkan

Pencurian Listrik Dilaporkan

  Rabu, 11 January 2017 09:30
LISTRIK: Warga menunjukan bekas sambungan kabel yang di gunakan oknum untuk melakukan pencurian daya listrik. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Saut Pastikan Bukan Pegawai PLN

MEMPAWAH-PLN Rayon Mempawah perlu meningkatkan pengawasan di lapangan. Pasalnya, praktek pencurian listrik di wilayah itu masih marak terjadi. Bahkan, di tenggarai perbuatan tersebut telah berlangsung lama. Seperti yang terjadi di Jalan Johansah Bakri, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Terungkapnya praktek pencurian listrik itu bermula dari kecurigaan warga, Abang Junaidi yang jaringan listrik miliknya di jadikan fasilitas si oknum untuk mencuri daya listrik. Meski telah berlangsung kurang lebih satu tahun, namun kecurian itu baru di laporkan ke PLN Rayon Mempawah pada Selasa (10/1) pagi.

“Waktu itu saya sedang tidak berada di rumah. Ketika pulang kerja, saya melihat ada sambungan kabel lain di luar KWH listrik milik saya. Awalnya saya tidak menaruh curiga dan mengabaikan kabel tersebut,” aku Abang.

Namun, lanjut Abang, seiring waktu keberadaan sambungan kabel listrik itu kian membahayakan dan mengancam keselamatan dirinya dan keluarga. Apalagi, di sekitar tempat tinggalnya banyak anak-anak yang kerap bermain.

“Kabel sambungan hanya di bungkus begitu saja tanpa ada pengaman khusus. Makanya, saya khawatir jika ada yang menyentuh sambungan tersebut besar kemungkinan akan tersengat listrik. Awalnya saya sudah sampaikan kepada oknum yang memasang agar segera melepaskan sambungan tersebut. Namun, tidak juga di lepas hingga akhirnya saya laporkan ke PLN Mempawah,” paparnya.

Lebih jauh, Abng mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal praktek pencurian listrik yang menggunakan jaringan listrik di rumahnya itu. Dirinya menaruh curiga lantaran sambungan kabel dari rumahnya itu mengarah ke beberapa rumah lainnya yang berjarak kurang lebih 700 meter dari kediamannya.

“Kabel listrik yang menyambungkan ke rumah warga lainnya juga tidak disertai dengan tiang listrik layaknya yang di pasang oleh PLN. Hanya menggunakan kayu-kayu untuk menyangka kabel. Makanya, kabel sampai menjuntai ke tanah dan membahayakan anak-anak yang bermain,” tuturnya.

Menanggapi laporan tersebut, PLN Rayon Mempawah merespon cepat. Di pimpin langsung Manager PLN Rayon Mempawah, Saut Manurung melakukan pengecekan di lapangan. Sayangnya, oknum bersangkutan telah lebih dulu melepaskan sambungan listrik tersebut sebelum tim PLN tiba di lokasi.

“Memang benar ada warga yang melaporkan itu (pencurian listrik). Saya sendiri yang turun ke lapangan. Bahkan, saya juga turun bersama dua anggota Polsek Mempawah Timur. Karena ini sudah masuk dalam tindak pidana, maka kita berkoordinasi dengan polisi,” terang Saut.

Namun, terang Saut, ketika dirinya tiba di lokasi ternyata sambungan listrik tersebut telah di copot oleh oknum bersangkutan. Di duga, laporan dari masyarakat tersebut telah terdengar oleh oknum bersangkutan hingga melepas sambungan pencurian daya listrik itu.

“Makanya, kita tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk meringkus pelaku. Yang pasti oknum pelaku pencurian bukan pegawai PLN Mempawah. Saya sudah cek namanya dan bukan pegawai kita,” aku Saut.

Terhadap kasus pencurian itu, Saut mengakui masih lemahnya pengawasan dari jajarannya pada sejumlah daerah atau wilayah. Seperti di Kecamatan Mempawah Timur, Anjongan dan beberapa daerah kecamatan lain. Meski demikian, Saut berjanji akan terus bekerja optimal di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa.

“Makanya saya paling sering turun ke lapangan. Dalam setiap sosialisasi, saya selalu berikan nomor telepon kepada masyarakat. Agar, ketika menemukan adanya praktek pencurian listrik masyarakat dapat segera melaporkan langsung kepada saya. Jangan segan untuk lapor, pasti langsung saya tindaklanjuti ke lapangan,” tegasnya.

Kedepan, Saut menghimbau masyarakat yang ingin melakukan pemasangan jaringan listrik hendaknya mendaftar langsung ke Kantor PLN Rayon Mempawah, tanpa melalui perantara calo atau pihak lainnya.

“Justru mendaftar langsung ke PLN biaya pemasangannya lebih murah. Kami juga memiliki banyak stok KWH yang siap di pasang. Bahkan, untuk pemasangan baru saya targetkan dalam lima hari listrik sudah menyala. Semua kemudahan ini kita lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” tandasnya.(wah)

Berita Terkait