Penataan Wilayah Kumuh Tidak Jelas

Penataan Wilayah Kumuh Tidak Jelas

  Rabu, 28 September 2016 09:30

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sekretaris Komisi III DPRD Kota Singkawang, Nehemia menganggap program penataan kawasan kumuh di Kota Singkawang tidak jelas sehingga ini harus dituntaskan oleh instansi terkait yang menangani persoalan wilayah kumuh.

 
“Saya belum lihat actions nyatanya, jadi saya anggap belum jelas, karena kawasan kumuh masih kumuh,” ungkap politisi PKPI kepada koran ini Selasa (27/9) kemarin.

Bahkan, lanjut dia, persoalan wilayah kumuh ini sudah diusulkan ke Kementerian Sosial di Jakarta tahun lalu, pemerintah kota Singkawang dan DPRD meminta pemerintah pusat ikut berperan menelurkan program penataan wilayah kumuh di Singkawang. “Minimal warga-warga yang menghuni rumah tak layak huni ditata, seperti diberikan program rehab atau menjadikan rumahnya layak ditempati,” katanya.

Belum lagi persoalan pembenahan sanitasi, kata dia, inikan juga persoalan serius, seperti di wilayah Roban. “Ini harus jadi perhatian, jangan sampai persoalan sanitisai ini membawa efek buruk bagi warga,” katanya.

Tak hanya sekedar persoalan pembangunan drainase, namun persoalan air bersih juga harus dibenahi. “Buat apa bangun WC umum tapi tidak maksimal dikarenakan air bersih tidak ada. Kalau wilayah kumuh dibiarkan alias tidak ditata dengan baik bagaimana kita ingin bikin warga sehat,” ungkap Nehemia.

Oleh sebab itu, kata dia, instansi terkait baik Dinas Sosial, atau Dinas Pekerjaan Umum, tata kota harus benar mensosialisasikan program-program dalam pembenahan daerah kumuh. “Karena komisi kita memang mengurusi dan mengawasi pelaksanaan program kesejahteraan sosial warga kita minta instansi terkait lebih maksimal dalam melakukan upaya pembenahan wilayah kumuh,” ungkapnya. (har)

 

 

Berita Terkait