Penanaman Karakter Ideologi Para Guru

Penanaman Karakter Ideologi Para Guru

  Senin, 22 Agustus 2016 10:27
/WORKSHOP IMTAQ: Ketua MUI Ketapang Drs Muh Faisol Maksum didampingi Sekretasis MUI Ketapang Drs H Satuki Huddin MSi, Ketua Komisi Pendidikan Ketapang Drs Edi Santoso MPd, saat memberikan Workshop Imtaq kepada guru se-Kabupaten Ketapang di SMPN 5, Sabtu (20/8).

Berita Terkait

KETAPANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menggelar  Workshop Iman dan Taqwa (Imtaq)  kepada guru se-Kabupaten Ketapang. Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri  5 Ketapang, Jalan Karya Tani, Kecamatan Delta Pawan, Sabtu (20/08) kemarin.

 
Kegiatan yang bertemakan: Penguatan Pembinaan IMTAQ Siswa Bagi Guru  PAI MTs/SMP/MA/SMK ini, dihadiri Ketua MUI Ketapang Drs Muh Faisol Maksum, Sekretasis MUI Ketapang Drs H Satuki Huddin MSi, Ketua Komisi Pendidikan Ketapang Drs Edi Santoso MPd, beserta para dewan guru.

Menurut Ketua MUI Drs Muh Faisol Maksum, kegiatan yang mereka gelar tersebut merupakan program mereka, yang tertuang dalam musyawarah kerja. Tujuannya disebutkan dia, adalah untuk meningkatkan ilmu keagamaan yang kuat, serta ingin menanamkan kerakter ideologi kepada guru. Terlebih, tak dipungkiri dia, pada era globalisasi saat ini, peran teknologi sangat besar dalam memberi pengaruh terhadap perilaku siswa. Sehingga, dikhawatirkan dia, terkadang keberadaan teknologi yang seharusnya berdampak positif, bisa berubah menjadi negatif. “Dan di sinilah peran Imtaq kepada tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) harus bisa menanamkan ilmu tentang iman dan takwa kepada siswa, agar siswa bisa memilih yang terbaik buat dirinya, dengan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menunjang belajar mereka, agar bisa meraih prestasi,” ungkapnya.

Dia yakin, kalau teknologi digunakan dengan baik, akan berdampak kepada prestasi. Faisol juga menjelaskan bahwa MUI Ketapang selama ini selalu peka terhadap masalah-masalah yang ada di Ketapang, sebagai bentuk tugas MUI dengan memberikan bimbingan, arahan, dan mengayomi masyarakat, termasuk para guru. “Kami berharap dengan penanaman Imtaq ini, siswa bisa meraih presatasi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop Imtaq dan juga ketua Komisi Pendidikan MUI Ketapang, Drs Edi Santoso MPd, menjelaskan jika kegiatan ini merupakan program Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Ketapang, yang bertujuan untuk merevolusi mental para tenaga pendidik. Harapan mereka agar bisa mencetak siswa yang berprestasi. Karena menurutnya, saat ini banyak sekali kasus-kasus yang terjadi, seperti narkoba, pelecehan seksual, dan aktivits radikalisme yang semuanya bersumber dari krisis mental. Atas dasar itulah, mereka ingin mengantisipasi hal-hal tersebut, dengan merevolusi mental tanaga pendidik, khususnya para guru PAI, dengan memberikan Workshop tentang Imtaq.

“Semua guru di Ketapang kita undang untuk ikut Workshop Imtaq,” kata dia.

Edi juga menjelaskan, dalam  kegitan ini, MUI Ketapang memberikan berbagai materi tentang penguatan mental, seperti materi pendalaman tentang ilmu pembacaan Alquran, materi leadearship, hingga materi spiritual kecerdasan bagi guru.  Dia berharap, dampak dari kegitan ini ke depannya, ketika ada guru yang ingin mengembangkan Imtaq di sekolahnya, bisa satu perspsi dan satu arah. “Mudah-mudahan dari kegaitan ini akan menambah silturahmi guru se-kabupaten Ketapang makin bersinergis,” pungkasnya. (pms/ser)

 

 

Berita Terkait