Penadah Barang Milik Farah Diamankan

Penadah Barang Milik Farah Diamankan

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30
DITAHAN: Tiga terduga yang melakukan pembunuhan dan penadah barang milik Dharma Putra Nurdin (30), pemilik Salon Farah di Jalan Komyos Sudarso, Pontianak ditahan polisi. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Jatanras Polresta Pontianak kembali mengamankan dua orang yang diduga sebagai penadah barang hasil curian dalam perkara pembunuhan seorang transgender bernama Dharma Putra Nurdin (30), pemilik Salon Farah di Jalan Komyos Sudarso, Pontianak.

Mereka adalah Abdul Hadi alias Pak Dul (46), warga Pontianak Timur dan Kamaruddin alias Udin (37), warga Pontianak Barat.    

"Dari hasil pengembangan kasus pembunuhan terhadap Farah, kami berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai penadah," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak, kemarin.

Keduanya diamankan setelah polisi mendapat keterangan dari tersangka Darmawansyah Putra (32), yang merupakan pelaku pembunuhan disertai pencurian. 

Dari kedua penadah, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban, satu pasang speaker aktif (home theater), dan satu unit TV LCD LG 22 inc.

Saat ini ketiga tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolresta Pontianak untuk proses lebih lanjut. 

Tersangka utama pembunuhan Farah, yakni Darmawansyah Putra (32) diamankan di Perumahan Sakinah KM 16.5 Dusun Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, Jumat, 26 Agustus 2016. Tersangka langsung dibawa ke Pontianak dan langsung dilakukan prarekonstruksi di tempat kejadian perkara. 

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan beberapa bagian tubuh telah membiru. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pembunuh. Olah tempat kejadian perkara dilakukan satu hari setelah penemuan mayat transgender itu dan 13 saksi dipanggil untuk dimintai keterangan.

Berbekal petunjuk yang didapat di lokasi kejadian, polisi mendapatkan identitas pelaku yang tak lain adalah kekasih Farah yang ternyata telah melarikan diri ke Deli Serdang, Sumatra Utara.     

Keberadaan pelaku pembunuhan yang telah diketahui itu pun membuat kerja aparat terbantu, tiga orang anggota Jatantras Polresta Pontianak langsung berangkat ke daerah pelarian pelaku untuk menangkapnya. Pada Kamis, 25 Agustus kemarin atau lima hari setelah jasad korban ditemukan pelaku akhirnya berhasil diringkus di rumah keluarganya. 

Setelah mendapatkan sang pelaku, Sabtu, 27 Agustus, pelaku lalu dibawa kembali ke Pontianak menggunakan pesawat. Pukul 14.00, pelaku tiba di bandar udara Supadio, Kubu Raya. Mendapat pengawalan ketat oleh aparat bersenjata kekasih Farah itu langsung dibawa menuju lokasi pembunuhan. 

Di salon Farah atau di tempat pelaku menghabiskan nyawa pacar, ratusan warga telah menunggu, kegeraman warga itu tampak dengan teriakan laki-laki bejat, tak berhati, lebih baik mati teriak warga yang memadati sekitar lokasi. 

Pelaku yang dibawa masuk ke dalam tempat kejadian perkara itu pun langsung memperagakan tahapan pembunuhan yang dilakukannya. Dari pra rekontruksi yang berlangsung lebih dari satu jam itu, terungkap jika Darmawansyah Putra nekat membunuh Farah lantaran sakit hati tak dapat pinjaman uang dari korban, sehingga nekat membunuh untuk menguasai sejumlah harta pacar. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka di jerat dengan pasl 340 sub 339 lebih sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Darmawansyah Putra, ia melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya, lantaran rasa sakit hati karena sang kekasih telah menikah. 

Di sisi lain, selain rasa sakit hati, tersangka juga ingin menguasai barang berharga milik korban. (arf)

Berita Terkait