Pemudik Mulai Padat

Pemudik Mulai Padat

  Rabu, 29 June 2016 09:27
MULAI TIBA: Pemudik yang menggunakan ekspres dari Pontianak tiba di Pelabuhan Sukabangun. Sepekan menjelang lebaran, pemudik mulai memadati pelabuhan. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sepekan menjelang perayaan Idulfitri 1437 Hijriah, pemudik dari luar Ketapang telah mulai berdatangan. Salah satunya melalui jalur laut. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Sukabangun Ketapang, di mana ratusan pemudik yang akan merayakan lebaran di Ketapang sudah mulai berdatangan menggunakan kapal ekspres.

Kapal cepat yang menempuh jalur laut banyak dipilih pemudik yang akan pulang ke Ketapang maupun yang akan ke Pontianak. Selain harganya relatif murah, waktu perjalanan juga tidak terlalu lama yaitu kurang lebih 7 jam. "Kalau pakai pesawat mahal, lebih murah pakai ekspres," kata salah satu penumpang, Rizky (33).

Harga tiket pesawat yang hampir selalu menyentuh harga ambang atas membuat calon pemudik lebih memilih kapal ekspres. Selain melalui jalur laut, pemudik yang ingin merayakan lebaran di Ketapang juga bisa melalui jalur yang melintasi Jembatan Tayan atau harus bermalam menggunakan kapal feri penyeberang rute Teluk Batang – Rasau Jaya.

Selain pemudik dari Pontianak, banyak juga pemudik dari daerah lain seperti Kubu Raya, Mempawah, Singkawang dan Sambas yang pulang ke Ketapang. Mereka memilih lebih awal datang untuk menghindari kepadatan penumpang. "Sekarang saja sudah penuh, apalagi nanti pas mau lebaran," jelas Rizky.

Saat ini kapal yang melayani penumpang dari dan menuju Ketapang hanya tinggal satu. Akibatnya keberangkatan kapal hanya berlangsung sekali dalam dua hari, baik dari dan menuju Ketapang. Akibatnya, penumpukan penumpang terjadi, terlebih menjelang lebaran.

"Dulu seminggu menjelang lebaran masih tidak terlalu padat, karena ada Expres Bahari. Sekarang cuma tinggal Polly, jadi penumpang penuh terus. Belum lagi kapalnya tidak sebesar Bahar. Polly kapasitasnya paling sekitar 250 penumpang," ujarnya.

Diperkirakan pemudik akan mencapai puncaknya pada H-5 dan H-4 lebaran. Pasalnya, saat itu cuti bersama dimulai. "Saya lebih awal karena kalau dekat lebaran pasti penuh. Karena cuti bersama dan tepat dengan hari Sabtu dan Minggu juga. Kalau sekarang masih tidak terlalu penuh benar lah," paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Liman (40). Ia bersama istri dan anaknya datang dari Sambas dan ingin merayakan lebaran di Ketapang bersama kelarganya. "Saya takut tak kebagian tiket, karena saya dari Sambas, makanya berangkat lebih awal ke Ketapang," katanya.

Ia berharap kepada pihak pelabuhan dan kapal untuk memperhatikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Dan yang terpenting adalah keselamatan penumpang. "Saya berharap kapal tidak dipaksakan untuk penuh benar. Takut juga kalau terlalu penuh. Kita di kapal juga tidak tenang dan tidak nyaman," pintanya.

"Keamanan di kapal dan di pelabuhan juga kami minta untuk diperketat. Karena tidak menutup kemungkinan ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ramai seperti ini untuk berbuat jahat seperti copet dan pencuri barang," tambahnya. (afi)

Berita Terkait