Pemotongan Kurban Meningkat

Pemotongan Kurban Meningkat

  Selasa, 13 September 2016 10:38
PEMOTONGAN: Panitia pemotongan hewan kurban Masjid Agung Darunnajah saat menyembelih hewan kurban di halaman masjid, kemarin. Banyaknya yang berkurban menjadikan sebaran daging kurban mampu menjangkau pelosok.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Kendati negeri ini sedang dilanda krisis ekonomi, pemotongan hewan kurban pada Iduladha 1437 H, kemarin mengalami peningkatan. Demikian juga dengan sistem penyaluran daging kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat tak mampu (miskin), mualaf, dan janda, dinilai sudah lebih baik serta tertib oleh masing-masing panitia pemotongan hewan kurban.

 
Ketua Panitia Idulqurban Masjid Agung Darunnajah Putussibau, Tarmizi Ismail, mengatakan khusus untuk di Masjid Agung, jumlah hewan yang dikurbankan sebanyak sebelas ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 6 ekor sapi  dan 5 ekor kambing. Semua hewan yang dikurbankan tersebut, dipastikan dia, sudah memenuhi syarat hukum Islam dan juga telah diperiksa kesehatannya oleh instansi pemerintahan.

"Sebelumnya memang ada hewan kurban yang tak lulus karena usianya belum cukup, tapi sudah diganti oleh pemiliknya dengan hewan yang memenuhi persyaratan," kata Tarmizi didampingi Ruju Setiawan, ketua Seksi Penerimaan Hewan Kurban. Untuk jumlah daging yang dibagikan, diperkirakan mereka sekitar 450 kilogram untuk daging sapi dan 75 kilogram untuk daging kambing. Takaran tersebut, menurut dia, belum termasuk hati, jantung, jeroan, serta tulang.

Tarmizi dan Ruju memperkirakan hewan kurban berupa sapi yang paling mencapai 120 kilogram dan kambing rata-rata sekitar 15 kilogram. Daging tersebut akan dibagikan mereka kepada masyarakat yang tidak mampu di sekitar Masjid Agung Darunnajah. Selain itu juga akan dibagikan mereka kepada masyarakat tidak mampu di wilayah lainnya, seperti transmigran Pala Gurung, Ujung Pinang, Bika, Sibau Hulu, Sibau Hilir, bahkan sampai ke Ulak Pauk.

Dijelaskan Tarmizi, dalam satu kantong daging terdiri dari setengah kilogram daging ditambah jeroan dan tulang belulang. Untuk pembagiannya langsung diantar mereka ke rumah-rumah, sesuai dengan hasil pendataan yang dilakukan oleh ketua RT setempat dan pemuka agama. Dia menyebutkan, pada Iduladha 1437 H ini, jumlah hewan yang dikurban mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, kata dia, untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban, hampir setiap masjid dan surau yang ada, dengan jumlah yang bervariasi. "Hampir setiap masjid melaksanakan pemotongan hewan kurban, jumlahnya bervariasi," prediksi dia.

Masjid Nurul Iman Jalan Antasari Putussibau Utara juga melaksanakan pemotongan hewan kurban. Mereka menyembelih tiga ekor sapi dengan jumlah dagingnya sekitar 183 kilogram.

Ketua Panitia Qurban Masjid Nurul Iman H Iskandar mengatakan, jumlah hewan kurban pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, diungkapkan dia, mereka hanya menerima dua ekor sapi dengan berat daging sekitar 150 kilogram. Sementara tahun ini, mereka menerima sebanyak tiga ekor sapi. "Nanti akan dikemas dalam kantong, beratnya satu kilo (gram) daging belum termasuk hati, jantung, dan tulang belulang," terangnya.

Dijelaskannya, untuk pembagian daging, hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang telah menerima kupon. Karena untuk yang sudah menerima kupon, menurut dia, dianggap layak menerima daging kurban. "Kupon itu telah dibagikan sehari sebelum waktu pemotongan dilakukan," katanya.

Salah satu pemuka agama Kapuas Hulu, Zainudin, menjelaskan, tujuan dari kurban ini adalah ungkapan rasa syukur. Di samping itu, dia menambahkan, bagaimana mereka menamkan dan meningkatkan jiwa sosial serta kepedulian terhadap orang yang tak mampu. "Hikmah kurban ini selain untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, juga untuk memperkuat tali silaturahmi dan sebagai upaya meningkatkan hubungan sosial kemasyarakatan antarsesama," katanya.

Dikatakan dia, berdasarkan penilain, secara umum pelaksanaan kurban semakin semakin baik. Hal ini, menurut dia, dapat dilihat dari berbagai aspek seperti penyediaan plastik dengan label khusus, hingga tenaga ahli yang dilibatkan dalam proses pemotongan hewan kurban. Ke depan, dia berharap agar pemotongan hewan kurban harus ditingkatkan. “Untuk pembagian daging kurban sebaiknya dibagikan langsung ke rumah-rumah dan jangan menggunakan kupon, sebab nuansa dan kesannya berbeda," tuturnya.(aan)

 

 

Berita Terkait