Pemkot Bongkar Kanopi dan Pagar Milik Masyarakat

Pemkot Bongkar Kanopi dan Pagar Milik Masyarakat

  Selasa, 1 December 2015 10:07
BONGKAR: Petugas Sat Pol PP Pontianak membongkar bagian depan bangunan warga yang melanggar aturan. MIRZA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Petugas Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak bersama petugas Pol PP, TNI dan kepolisian melakukan penertiban puluhan bangunan ruko tambahan depan dan kanopi milik masyarakat yang melanggar ketentuan di Jalan RE Martadinata, Senin (30/11).

Tak ada perlawanan dari sebagian pemilik bangunan ketika petugas membongkar bangunan itu. Sedangkan pemilik bangunan lain justru meminta tenggat waktu agar tidak dibongkar dan berinisiatif membongkar sendiri di kemudian hari.Kepala Seksi Pembinaan dan Pengendalian Bangunan, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak Alfri menjelaskan, penertiban ini dilakukan karena sebagian pemilik ruko di Jalan RE Martadinata telah melanggar ketentuan yang berlaku, yakni Perda nomor 3 tahun 2008 tentang bangunan dan gedung. “Mereka juga melanggar Perwa tentang ketentuan kanopi dan teralis di kawasan perdagangan dan jasa,” katanya usai eksekusi.

Dia menjelaskan, pelanggaran sebagian pemilik ruko ini bermula dari adanya pembangunan tambahan kanopi dan bangunan depan yang tidak memiliki izin. Hal ini mengakibatkan bangunan tersebut melanggar garis bangunan di sepanjang kawasan jalan ini. Selain penambahan kanopi, penambahan teralis ruko juga tidak diperkenankan, karena ini adalah akses pejalan kaki jadi harus bebas termasuk dari teralis ataupun pemagaran.

Sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menyampaikan ke pemilik bangunan melalui surat peringatan pembongkaran 1, 2 dan 3. Upaya pemberitahuan tidak sebatas melayangkan surat saja, melainkan juga melalui iklan. “Ini akan terus berlanjut dalam rangka menertibkan kawasan tertib bangunan,” cetusnya.Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan menindak bangunan yang melanggar aturan seperti di Jalan DR Wahidin, Suwignyo, dan Jalan Sultan Abdurahman. Sebelum ditertibkan, pihaknya telah memberitahu pada pemilik bangunan yang melanggar aturan. Apabila tidak ada tindak lanjut dari pemilik bangunan, maka pihaknya yang akan mengeksekusi bangunan itu.

Untuk sanksi bagi pemilik bangunan yang terbukti melanggar, katanya, akan dikenakan sansksi administrasi seperti peringatan pemberhentian kegiatan pembangunan. “Kami juga memberlakukan tipiring bagi pelanggar izin mendirikan bangunan. Apabila tidak memiliki IMB dapat diancam tipiring, penjara 3 bulan atau denda minimal Rp50 juta,” tegasnya.Di tempat sama, Kepala Bidang Operasional dan Ketertiban Satpol PP Kota Pontianak Urai Abubakar mengungkapkan, ada 10 bangunan ruko yang melanggar tentang bangunan di Jalan RE Martadinata ini. Rerata mereka membangun kanopi, pagar dan teralis. Memang ketika eksekusi sempat terjadi komplain dari satu warga.

“Dikira warga itu kami hanya mengeksekusi satu bangunan saja. Warga meminta agar penertiban disamaratakan, jika memang terbukti melanggar aturan. Setelah dijelaskan mereka dapat memaklumi dan menerima,” jelasnya.Tak semua bangunan dibongkar petugas Pol PP. Sebagian pemilik ruko meminta tenggat waktu agar mereka dapat membongkar bangunan tersebut sendiri. “Kami kasi waktu dua hari. Apabila dalam dua hari belum dibongkar, maka petugas akan membongkarnya,” tegasnya.

Edi, pemilik bangunan tidak mempersoalkan penertiban yang dilakukan petugas Pemkot Pontianak. Dia hanya meminta penertiban tidak ada diskriminasi ketika di lapangan. “Penertiban ini harus seragam. Kalau memang aturan pemerintah seperti ini kami sebagai warga tetap dukung. Kami kan warga yang baik. Namun dalam hal ini tidak diskriminasi. Jangan hanya bangunan kami yang dibongkar, namun jika bangunan lain menyalahi aturan, petugas juga berani membongkar,” terangnya.Ia meminta kepada petugas untuk memberi tenggat waktu. Ia akan membongkar bangunan ini sendiri. Ketika ditanya kerugian materi, ia enggan menjawab. “Kami tidak hitung berapa kerugian materi. Rencananya ini akan secepatnya kami bongkar,” tutupnya.(iza)

Berita Terkait