Pemkab Dorong Aktifkan Seluruh BPP

Pemkab Dorong Aktifkan Seluruh BPP

  Selasa, 17 Oktober 2017 10:00
TANCAP UBI: Penancapan batang ubi kayu gajah oleh Bupati Ketapang Martin Rantan SH bersama Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mendorong Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perkebunan mengaktifkan kembali BPP yang ada. Diaktifkannya BPP di seluruh Kabupaten Ketapang dikatakan Bupati, dimaksudkan untuk memberdayakan secara maksimal potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian.

"Hal ini juga untuk mengaktualisasikan misi ketiga Bupati dan Wakil Bupati Ketapang yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat," tegas Bupati saat peresmian rumah Pastor di Desa Sungai Daka, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang (12/10).

Mengaktifkan kembali BPP se-Ketapang ini juga disampaikan Bupati saat pertemuan di sejumlah desa di Sungai Laur, Simpang Dua, maupun di Simpang Hulu. Potensi pertanian di Kabupaten Ketapang, diungkapkan dia, sangat besar, di mana 70 persen masyarakat Ketapang masih bekerja di sektor pertanian ini.

Ia menjelaskan tidak semua orang bisa menjadi Bupati, jadi anggota DPRD, PNS, TNI/Polri, dan lain sebagainya. Oleh karena untuk membangun ekonomi, menurut dia, masyarakat haruslah meningkatkan potensi pertanian secara maksimal. Dia memisalkan, apakah termasuk pertanian padi, karet, sawit, ubi, dan lain sebagainya.

Selain mengimbau masyarakat untuk memberdayakan memanfaatkan lahan untuk meningkatkan ekonominya, Bupati juga mengunjungi sejumlah BPP yang ada. Mulai dari BPP Nanga Tayap (11/10), BPP Sandai (12/10), BPP Simpang Dua, dan BPP Tumbang Titi (14/10). Di BPP Nanga Tayap, Bupati sempat melihat demontrasi penggunaan alat-alat pertanian sekaligus menanam ubi kayu gajah bersama Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Ubi kayu gajah ini akan dikembangkan masyarakat, sehingga dapat menyuplai kebutuhan  PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park yang membangun pabrik pengolahan di Kecamatan Muara Pawan. "BPP harus menjadi kawasan percontohan tanaman masyarakat," ujar Bupati.

BPP menjadi kawasan percontohan tersebut juga disampaikan Bupati

ketika meninjau BPP-BPP yang dilalui. Pada setiap kecamatan terdapat kawasan seluas 20 hektare. Di mana pada kawaan itu penyuluh BPP bisa membuat kawasan percontohan, mulai dari tanaman padi, sawit, ubi kayu, jagung,  sayur, dan lain sebagainya. Bila diperlukan, disarankan dia, ada peternakan sapi sehingga bisa memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengolah kompos. Begitu juga dengan kolam perikanan. "Tujuannya agar tanaman-tanaman yang dikelola BPP bisa menjadi contoh langsung kepada masyarakat," papar Bupati.

Karena ini Bupati mengharapkan ada Brigade Alsintan atau Brigade Pertanian. Kemudian, dia menambahkan, mendorong percepatan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dalam memberdayakan potensi lahan yang kurang produktif tersebut, maka kemarin (15/10), Bupati mengundang para penyuluh untuk rapat di Ketapang. Informasi untuk mengundang para penyuluh tersebut tak hanya disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Ketapang, tetapi langsung juga disampaikan Bupati kepada para penyuluh di BPP yang dilalui dalam kunjungan kerja selama beberapa hari di Kecamatan Sungai Laur dan Simpang Dua.

BPP  percontohan kepada petani, diharapkan Bupati dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Selain itu, petani juga diharapkan dia, dapat belajar secara langsung bagaimana teknis bertani yang baik dan benar, sehingga hasilnya meningkat. Jika hasil pertanian meningkat maka dia yakin dapat mendorong masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, Ir L Sikat Gudag MSi menerangkan besarnya potensi lahan di Kabupaten Ketapang. Masyarakat, menurut dia, bisa memanfaat lahan ini untuk menyejahterakan perekonomiannya. Apalagi, belum lama ini, diungkapkan dia bahwa Pemkab Ketapang sudah melakukan nota kesepahaman dengan  PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park. “Di mana perusahaan yang membangun  pabrik pengolahan di Kecamatan Muara Pawan siap menampung ubi kayu dari masyarakat.  Menggerakkan potensi pertanian masyarakat, maka  BPP-BPP didorong secara aktif melakukan penyuluhan. Investasi dari perusahaan Ini peluang yang  bagus dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, " ucapnya. (PK)

Berita Terkait