Pemkab Bawa 43 Kades ke Yogyakarta

Pemkab Bawa 43 Kades ke Yogyakarta

  Rabu, 28 Oktober 2015 13:19
KUNKER JOGJA: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat hadir dalam kegiatan kunjungan kerja di DI Yogjakarta, dalam rangka peningkatan kapasitas kepala desa, terutama menyangkut pengelolaan pemerintahan desa, Senin(26/10) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

SUKADANA – Sebanyak 43 kepala desa (kades) se-Kabupaten Kayong Utara mengikuti kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan tersebut dalam rangka guna meningkatkan kapasitas kades, terutama mengenai pengelolaan pemerintahan desa, yang dilaksanakan di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Senin (26/10) lalu.
Kedatangan 43 kades tersebut didampingi langsung Bupati Hildi Hamid, Wakil Bupati Idrus, Ketua TP PKK Ny Diah Permata Hildi, sejumlah anggota DPRD seperti Effendi Ahmad, M Rawi Naim, dan Asnawi; Kepala BPMPDPKB Waliman, Kepala Bagian Hukum Setda Molyadi, serta para camat se-Kabupaten Kayong Utara dan beberapa rombongan pendamping lainnya.

Kedatangan mereka disambut staf Ahli Bupati Gunung Kidul Bidang Ekbang, Siwi Iriani. Begitu terlihat bagaimana para kepala desa sangat antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut. Terlebih, materi yang disampaikan oleh para narasumber dari SKPD terkait di lingkungan Pemkab Gunung Kidul.Bupati Hildi Hamid mengungkapkan jika kunjungan kerja tersebut dalam rangka studi banding serta silaturrahmi kedua pemerintahan. Di samping itu, dia menambahkan, sebagai upaya menimba ilmu mengenai pemerintahan desa di Kabupaten Gunung Kidul. Ia menambahkan, pada kegiatan ini pula dilaksanakan untuk menambah wawasan baru bagi para kades, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pemberdayaan segala sumber potensi di desa.

Sementara itu, Bupati juga tak memungkiri jika kondisi kehidupan masyarakat Gunung Kidul dengan Kayong Utara hampir memiliki kemiripan, yakni bertani dan nelayan. Bahkan, Bupati menambahkan, di sana juga banyak terdapat kawasan hutan lindung dan tempat-tempat objek wisata. “Kondisi antara Kabupaten Kayong Utara dan Gunung Kidul ini hampir memiliki kemiripan, baik dari objek wisatanya, maupun sumber mata pencaharian masayarakatnya,” ucapnya.   

Selain itu, antara Kayong Utara dan Gunung Kidul, menurut Bupati, juga memiliki hubungan emosional, yakni melalui program transmigrasi. Diungkapkan dia jika di kabupaten yang dipimpinnya, juga terdapat sejumlah transmigran yang berasal dari Gunung Kidul.Usai melaksanakan pembelajaran di Bangsal Sewokoprojo, kegiatan kunjungan kerja ini dilanjutkan menuju Balai Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Di tempat ini, para kades juga mendapat tambahan wawasan baru, yang penyampaian narasumbernya langsung oleh kepala desa setempat beserta jajarannya. Selain itu para kades pun dapat bertanya dan berdialog secara langsung dengan aparatur pemerintah desa setempat mengenai pelayanan, ketertiban, administrasi desa, dan aturan-aturan tentang pengelolaan pemerintahan desa. (humas/dan)