Pemilihan Duta Baca Kalbar 2017; Wujudkan Masyarakat Gemar Membaca

Pemilihan Duta Baca Kalbar 2017; Wujudkan Masyarakat Gemar Membaca

  Rabu, 18 Oktober 2017 15:36

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemilihan Duta Baca Kalbar kembali digelar November 2017 mendatang. Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat, Untad Dharmawan mengatakan ajang ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca di masyarakat guna mewujudkan Indonesia Gemar Membaca 2019. 

Acara yang digelar kali kedua ini, tidak hanya memilih duta baca, tetapi juga relawan dan tokoh baca. Masyarakat dapat memilih relawan baca dan tokoh baca melalui ballot atau guntingan kupon di Pontianak Post, surat, dan email.  Pendaftaran dibuka hingga 28 Oktober 2017.  “Tahun ini juga ada duta baca cilik,” ujar Untad kepada Pontianak Post.

Menurutnya, minat baca di Provinsi Kalbar masih dianggap rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan. Menyadari itu, lanjut dia, harus dilakukan upaya terus-menerus untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca. “Perlu kerjasama semua pihak, sehingga membuat masyarakat sadar, paham serta merasa butuh membaca,” ujar dia .

Program kepung buku yang dibuatnya dengan menempatkan buku di warung kopi, restoran, hotel, kampung-kampung hingga ke perbatasan ternyata belum cukup. Perlu upaya lain untuk menumbuhkan semangat membaca masyarakat.

“Untuk anak-anak, ada lomba bercerita yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Bahkan kemarin ada yang menang ke tingkat nasional. Untuk remajanya apa? Anak remaja butuh eksistensi diri, butuh pengakuan, bagaimana meningkatkan motivasinya. Maka dibuatlah Duta Baca Kalbar,”  jelasnya.

Tugas utama Duta Baca adalah sebagai motivator peningkatan minat baca masyarakat, serta sebagai pengungkit dan pendukung kegiatan perpustakaan dalam mengampanyekan kegiatan gemar membaca dan mendayagunakan perpustakaan.  Peserta dibatasi 20 orang. Mereka akan mengikuti karantina dan malam grandfinal. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari dua malam. Peserta mendapatkan pembekalan khusus perpustakaan.

Menurut Untad, Fadhil Mahdi, Duta Baca Kalbar 2016 telah memberikan contoh positif sebagai seorang duta baca. Selain memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya, ia juga aktif menginspirasi banyak orang untuk membaca lewat tulisannya. “Fadhil sosok anak muda yang cukup kreatif. Dia blogger, penulis. Dia bisa mendorong generasi muda untuk membaca,” terangnya.

Untad juga mengapresiasi sukarelawan baca dan tokoh baca yang dengan kesadaran sendiri mengajak masyarakat untuk akrab dengan buku. “Relawan baca kita dorong mereka berjibaku dan menjadi agen,” katanya.

Kesadaran Fadhil Mahdi untuk membaca sudah terbentuk sebelum menjadi duta. Koleksi buku dirumahnya pun banyak. Dinobatkan menjadi duta baca, membuat Fadhil semakin bergairah mengajak masyarakat untuk membuka wawasan dengan membaca.

Di samping dapat menambah relasi dan jejaring sesama pecinta buku, dia juga semakin semangat membaca dan memburu buku-buku baru untuk diserap.  “Selain itu, dia pun bisa punya akses yang mudah untuk menebar virus baca ke banyak orang. Jadinya sadar, kalau buku dan baca tak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga ditularkan ke banyak orang,” ujarnya.

Sahabat Buku adalah komunitas buku yang dibentuknya bersama finalis Duta Baca 2016. Komunitas ini bekerjasama dengan radio anak muda, agar jangkauannya semakin meluas. “Buat Program Sahabat Buku on Air di segmen Resensi RRI Pro 2 Pontianak. Rutin dua minggu sekali sampai hari ini,” katanya.

Fadhil turut mengampanyekan buku ke sekolah-sekolah dan jadi pembicara di beberapa kesempatan terkait budaya membaca. Dia juga aktif melakukan donasi buku hingga ke daerah-daerah seperti ke Tanjung Saleh dan Pulau Kabung. “Ini semua kegiatan Duta Baca Kalbar 2016, Runner Up dan intelegensia,” sebutnya.

Bagi Fadhil, menikmati buku dan kegemaran membaca adalah sesuatu yang egois. “Tularkanlah kebiasaan ini ke banyak orang. Mulai dari yang terdekat. Itu baru mulia.”(mrd)

Berita Terkait