Pemerintah Mulai Rancang Bangun Jembatan Kapuas III

Pemerintah Mulai Rancang Bangun Jembatan Kapuas III

  Jumat, 1 April 2016 09:42
BANYAK SEPINYA: Terminal Antarnegara di Sungai Ambawang lebih banyak sepinya. Hanya pada pagi dan sore atau malam, suasana agak ramai. Sementara sederet bus Damri parkir di salah satu sudut terminal. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Jalan-jalan Pontianak mulai dilanda kemacetan. Beberapa ruas pada waktu-waktu tertentu, kendaraan yang melintasi jalan padat merayap. Pemerintah pun berencana membangun fly over, perlebaran jalan, hingga pembuatan jalan baru untuk mengurai kemacetan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat Jakius Sinyor menanggapinya dengan diplomatis. ”Mengurai kemacetan tidak bisa disulap seiring bertambahnya rasio kendaraan roda dua, empat, dan enam di jalan-jalan Pontianak. Dari kacamata PU, simpulnya adalah membuat pengembangan wilayah,” ujarnya.

Menurut dia, kemauan Dinas PU adalah bagaimana Jembatan Kapuas III terealisasi. Makanya, pemerintah terus mendorong agar dalam waktu dekat sudah mulai bisa diresmikan. Untuk sekarang saja, dinas PU langsung melakukan kunjungan ke lokasi. ”Untuk perkembangan ide-idenya sudah tuntas. Tinggal menentukan titik koordinatnya,” kata Jakius.

Berdasarkan hasil kajian, titik awal pembangunan JK III berada pada kilometer 8 dari arah Batu Layang. Hanya lokasi persisnya, dinas PU masih belum tahu posisi. ”Di kelurahan mana, desa mana atau kecamatan mana belum diketahui? Titik simpul awal pembangunannya dari arah jalan nasional dulu,” ucapnya.

Meski begitu khusus biaya pembebahasan lahan masih menjadi tanda tanya. Intinya untuk pendanaan pembebasan lahan masih dihitung. Rinciannya pembiayaan pembebasan lahan bagian selatan menelan dana hampir Rp250 miliar. Khusus bagian utara beda lagi jumlahnya. ”Seandainya daerah tidak mampu kemungkinan bisa meminta bantuan dari APBN,” ungkap Jakius.

Jakius menambahkan pembangunan JK III diperkirakan menelan dana sekitar Rp2 triliun. Dananya lebih besar dari pembangunan Jembatan Pak Kasih di Kabupaten Sanggau. Itu karena panjang Jembatan JK III diperkirakan mencapai 2.300 meter. Sementara Jembatan Tayan sekitar 1.400 meter. “Untuk lebar ukurannya hampir sama persis,” tuturnya.

Keseluruhan dana pembangunan fisik kabarnya akan memakai dana APBN atau pemerintah pusat. Entah dana darimana, tetapi sepertinya Presiden Jokowi sudah menyetujui agar secepatnya diwujudkan pembangunan JK III. Gubernur Cornelis sudah mewanti-wanti percepatan pembangunan JK III ini. ”Seandainya tidak ada halangan, penancapan tiang pertama pada awal 2017 sudah bisa dilakukan. Makanya saya koordinasi terus ke pemerintah Mempawah dan Kubu Raya,” ujar dia.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Kalbar yang membidangi insfrastruktur, Syarif Amin Assegaf mendukung langkah pemerintah provinsi memuluskan terwujudnya pembangunan Jembatan Kapuas III dalam waktu dekat. Kalau perlu Komisi IV juga bertandang ke sana agar sama-sama menggoalkan dananya.

”JK III sangat tepat untuk mengurai kemacetan di jalan ibukota Kalbar yakni Kota Pontianak. Saya optimis pembangunan JK III akan berdampak luas,” tutur dia.

Amin menambahkan pembangunan JK III akan memiliki multiflier effect luas. Ta hanya bagi masyarakat sekitar JK III, tetapi juga roda gerak perekonomian warga Kalbar akan bergerak maju. Masalahnya macet erat kaitannya produktivitas terganggu. ”Makanya tak ada alasan, kami tak mendukung JK III secepatnya ditancapkan tiang perdana,” tutur dia.(den)

Berita Terkait