Pembuktian Diri Mahasiswa Pedalaman di Kota Yogyakarta

Pembuktian Diri Mahasiswa Pedalaman di Kota Yogyakarta

  Minggu, 15 May 2016 10:46   3,349

Oleh: Yulia Monika

KONDISI pendidikan di Indonesia saat ini, bisa dikatakan belum seimbang dan mengalami kensenjangan mutu. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat antara pendidikan di perkotaan dan pendidikan di pedalaman.

Di Perkotaan segala kebutuhan sarana dan prasarana serta tenaga didik sudah terpenuhi dengan sangat baik, sedangkan di pedalaman sendiri justru sebaliknya. Keadaan tersebut, seringkali membuat masyarakat kota besar, memandang dengan sebelah mata kemampuan para anak didik yang berasal dari pedalaman. 

Padahal pada kenyataannya, banyak diantara para anak didik dari pedalaman yang memiliki potensi, baik dalam bidang akademis maupun bidang lainnya, yang sangat membanggakan, selain itu anak didik dari pedalaman pun sangat peduli terhadap kemajuan mutu pendidikan mereka. 

Kepedulian anak didik dari pedalaman terhadap pendidikan, terlihat jelas dari adanya kemauan mereka yang sangat serius dalam mencari ilmu bahkan sampai keluar pulau. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang berasal dari pedalaman, memilih melanjutkan pendidikan kuliah di kota besar khususnya kota Yogyakarta. 

Mampu Bersaing Secara Sehat

Ayu Puspitasari Mahasiswa Bethesda Yakkum, Yogyakarat, Jurusan Ilmu Keperawatan Asal Menukung, Kalimantan Barat merupakan salah satu mahasiswa yang memilih kota Yogyakarta sebagai tempat untuk melanjutkan studinya. Ia datang jauh-jauh dari Kalimantan Barat karena ingin meningkatkan kualitas pendidikannya, terlebih di kota Yogyakarta yang sudah di kenal luas sebagai kota pelajar.

Perantauan mahasiswa yang akrab dipanggil “Ayu” ini, ternyata tidak sia-sia. Keberanian untuk meninggalkan kampung halaman demi pendidikan, serta rasa percaya diri bahwa ia pasti bisa, dan mampu bersaing secara sehat dengan mahasiswa dari perkotaan, membuatnya berhasil menjadi salah satu mahasiswa dengan perolehan IPK terbaik yakni mencapai 3,91. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras, doa, serta dukungan kedua orang tuanya.

Punya Karya dan Prestasi

Selain prestasi dalam bidang akademik, mahasiswa lainnya yang mempunyai karya gemilang khususnya dalam bidang keterampilan menulis artikel yakni Kristoforus Bagas Romualdi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta,  Jurusan Pendidikan Sejarah, kelahiran  Ketapang, Kalimantan Barat memilih melanjutkan kuliah di Kota Yogyakata, selain untuk mencari pengalaman dan tantangan hidup baru, menurutnya kota Yogyakarta yang merupakan kota pelajar diyakini bisa mengembangkan kualitas dirinya dalam berbagai hal. Selain itu, kota Yogyakarta yang notabene para pelajarnya berasal dari berbagai daerah, ibarat  menyediakan wadah bagi dirinya untuk dapat bertukar pikiran dengan pemuda-pemuda idealis dari berbagai daerah yang berkuliah di Yogyakarta.

Ia mengaku sangat percaya diri saat berdinamika dengan teman-temannya meski ia bukan berasal dari kota besar. “Saya sudah punya ambisi untuk terus berkembang, tidak mau jadi pecundang di kota orang dan menurut hemat saya jika tidak diimbangi dengan rasa PD justru akan berakibat tidak baik pula dalam proses saya di sini,”begitu ungkapnya.

Mahasiswa yang juga dikenal ramah ini, meski belum genap setahun mencoba menulis, sudah hampir 30 tulisan karyanya yang dimuat di Koran lokal maupun Koran nasional. 

Keterampilan menulis artikel juga dikembangkan oleh Fileksius Faoheta Theresia Gulo yang merupakan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Ia tertarik melanjutkan studinya di kota Yogyakarta, karena kota Yogya telah banyak melahirkan pemikir-pemikir masa depan bangsa. Ketertarikan mahasiswa asli Nias, Sumatra Utara ini, juga memotivasi dirinya untuk terus belajar sehingga mampu bersaing dengan mahasiswa lain yang berasal dari kota.“Aku tidak pernah merasa minder kuliah di kota besar, karena aku adalah kepribadianku,”kata mahasiswa berprestasi itu.

Ia juga telah banyak berkarya dengan menuangkan hasil pemikirannya dalam bentuk tulisan artikel. Mahasiswa pedalaman berprestasi lainya adalah Angela Verna Restanti. Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Atmajaya, Yogyakarta ini,telah melanjutkan pendidikan di kota Yogya semenjak duduk di bangku SMA. 

Kesadaran akan perlunya peningkatan kualitas pendidikan telah menjadi perhatian mahasiswa asli Batu Raja, Sumatra Selatan itu, semanjak mempersiapkan diri memasuki Sekolah Menengah tingkat Atas. Meskipun awalnya ia mengaku merasa minder, tetapi lama-kelamaan rasa minder itu berusaha dihilangkannya. “Kalau aku selalu merasa tidak percaya diri, aku berfikir kapan aku bisa maju? Kalau mau berkembang kita harus berani bertanya dan tekun belajar,” kata Angela.

Semenjak duduk di bangku SMA, Angela telah mengikuti berbagai lomba dalam bidang karya ilmiah dan karya seni diantaranya, juara satu lomba KIR tingkat kabupaten dan juara satu lomba Mural di Vanlith. Sedangkan, di bangku perkuliahan Angela mengatakan bahwa ia akan terus mengembangkan kemampuannya.

Jadi asal punya keberanian, ketekunan dan kerja keras, untuk mengembangkan serta membuktikan kualitas diri, mahasiswa dari pedalaman juga bisa kok berprestasi, berkarya, dan bersaing secara sehat dengan mahasiswa perkotaan.(**)

Penulis: Mahasiswa Sanata Dharma Yogyakarta asal Kalimantan Barat