Pembukaan Rute Baru Wings Air Pontianak-Miri

Pembukaan Rute Baru Wings Air Pontianak-Miri

  Senin, 19 March 2018 11:00
RESMIKAN : Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Assistent Minister for Tourism, Arts, and Culture Sarawak, dan jajaran, menyambut kedatangan pesawat Wings Air yang mendarat perdana di Miri International Airport, Kamis (15/3).SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dorong Indonesia-Malaysia Bidik Negara Ketiga

SUNGAI RAYA - Setelah sukses membuka rute penerbangan Pontianak-Kuching, Sarawak, pada Januari 2018 lalu, maskapai di bawah naungan Lion Air Group, Wings Air kembali melakukan ekspansi bisnisnya dengan membuka rute baru internasional Pontianak-Miri, Sarawak. Penerbangan perdana secara resmi dilakulan pada, Kamis (15/3). Dengan bertambahnya rute penerbangan internasional ini, Indonesia dan Malaysia didorong untuk bersinergi dengan membidik pangsa pasar negara ketiga.

“Lion Grup memang intens dalam hal ekspansi bisnis. Kami memperbanyak rute internasional. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan 20 juta wisatawan di tahun 2020,” ungkap Managing Director Lion Air Group Capt Daniel Putut di Bandara Supadio, Pontianak, Kamis (15/3).

Wings Air dijadwalkan melakukan satu kali penerbangan perhatinya yang akan berangkat dari Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 15.30 dan tiba di Miri pada pukul 18.20 waktu setempat. Penerbangan sebaliknya akan di jadwalkan berangkat dari Bandar Udara Miri pada pukul 18.50 dan tiba di Pontianak pada pukul 19.40 waktu setempat.

Tersedianya akses dari maupun menuju Pontianak, menurut Daniel akan menjadi suatu kemudahan bagi para pelanggan serta memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian di daerah ini dengan mendatangkan penumpang dari mancanegara melalui Miri, baik wisatawan maupun pebisnis. Begitupun sebaliknya bagi warga Miri dan sekitarnya yang akan semakin memiliki pilihan untuk dapat berkunjung ke Indonesia ke berbagai kota melalui Pontianak, baik ke Jakarta, Batam, Semarang, Surabaya, dan lain sebagainya.

“Kami berikan kesempatan baru ke pengguna jasa khususnya pelajar, tenaga kerja, yang ingin berobat, atau bahkan berwisata ke Miri. Begitupun dengan warganegara ,Malaysia yang ingin berkunjung ke berbagai kota di Indonesia,” katanya. 

Dengan terbukanya akses dari Pontianak menuju Miri ataupun sebaliknya, waktu tempuh menjadi lebih efektif, yakni sekitar 2 jam jika dibandingkan dengan jalur darat yang memakan waktu sekira 16 jam. Adapun harga tiket yang ditawarkan kurang lebih Rp700 ribu. Ditargetkan satu kali penerbangan, keterisian penumpang pesawat tipe ATR 72-600 itu minimal 70 persen dari maksimal 72 penumpang.

Untuk diketahui Wings Air telah terbang ke lebih dari 108 destinasi baik domestik maupun internasional dengan frekuensi nya mencapai 351 penerbangan perhari dengan kekuatan armadanya berjumlah 54 unit ATR 72-500/600 yang pada tahun ini akan bertambah sekitar 20 armada.

Terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, yang turut menyambut kedatangan armada Wings Air di Miri International Airport, Sarawak, Malaysia, menyambut baik penambahan rute baru tersebut. Dia menyampaikan, semakin banyak akses dari atau menuju dua negara antara Indonesia dan Malaysia semestinya tidak hanya dimanfaatkan oleh warga negara masing-masing negara, melainkan untuk mendatangkan wisatawan dari negara lain. “Dengan banyaknya rute penerbangan Malaysia dan Indonesia, kedua negara dapat berkolaborasi untuk mendatangkan turis-turis dari negara lain,” kata Rusdi.

Rusdi yang juga merupakan Bos Maskapai Lion Group ini menuturkan perlu ada kerjasama dalam berbagai sektor antara kedua negara, salah satunya adalah kerjasama dibidang pariwisata. Sebagai negara bertetangga, wisatawan asing yang datang di salah satu negara merupakan satu peluang untuk berwisata pula di negara satunya.

“Kalau ada yang berlibur ke Malaysia, bisa singgah ke Indonesia, begitu juga sebaliknya. Semakin banyak rute penerbangan internasional, semakin besar peluang mendatangkan wisatawan dari negara ketiga,” katanya.

Salah satu negara ketiga yang dimaksud Rusdi adalah Tiongkok. Menurutnya wisatawan Tiongkok setiap tahunnya terus bertambah. Mereka juga menyasar negara-negara di Asia Tenggara. Hal ini menurutnya jadi peluang bagus bagi Indonesia dan Malaysia. “Jadi jangan ada lagi persaingan antara dua negara Indonesia dan Malaysia. Ini saatnya kita berkolaborasi, bersinergi untuk datangkan pengunjung dari negara ketiga ini,” pungkasnya.

Selain bidang pariwisata, penambahan rute ini akan mempermudah kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam mendorong bidang perdagangan, hingga perkebunan. “Dengan pembukaan rute baru ini saya percaya akan ada banyak aktivitas ekonomi yang bisa dibangun antar kedua negara,” tutur Konjen RI untuk Kuching, Serawak, Malaysia, Jahar Gultom.

Dia menambahkan, rute Pontianak-Miri akan memudahkan pekerja Indonesia yang bekerja di Miri baik dalam aktivitas perdagangan, maupun perkebunan. Selain itu, akses ke Negara Brunai Darussalam juga semakin dekat. (sti)

Berita Terkait