Pembukaan MTQ XXVI Kabupaten Ketapang 2015

Pembukaan MTQ XXVI Kabupaten Ketapang 2015

  Selasa, 15 December 2015 07:37
TEKAN TOMBOL: Penjabat Bupati Ketapang Kartius SH MSi melakukan penekanan tombol sirene menandakan dibukanya MTQ XXVI tingkat Kabupaten Ketapang, Minggu (13/12) malam, di Lapangan Sepakat Ketapang. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Kabupaten Ketapang tahun 2015 dibuka penjabat (Pj) Bupati Ketapang, Kartius SH MSi, Minggu (13/12) malam. Perhelatan akbar tersebut dilaksanakan sepanjang 13 – 17 Desember sebagai persiapan MTQ XXVI tingkat Provinsi Kalbar tahun 2016 mendatang. Setidaknya 17 dari 20

kecamatan di Kabupaten Ketapang meramaikan even tersebut. Pembukaan sendiri ditandai dengan menekan sirene, serta dimeriahkan pancaran kembang api di Lapangan Sepakat Ketapang.Pj Bupati Kartius berharap agar tiga kecamatan yang tidak mengirimkan utusannya yakni Simpang Dua, Simpang Hulu, dan Hulu Sungai, tetap ikut melibatkan diri. Kartius yakin dari ketiga kecamatan tersebut, pasti tetap ada yang muslim, walaupun jumlahnya tidak banyak.

Karena itu, dia meminta agar pada kegiatan MTQ tahun mendatang, ketiga kecamatan tersebut dapat mengirim utusan mereka, walaupun hanya sebagai peninjau. “Kalau saudara kita muslim (memiliki) kegiatan MTQ, sedangkan kami (yang beragama Kristen) ada kegiatan Pesparawi. Kalau tidak ikut  sebagai peserta, mereka sebagai peninjau, apakah pengurus gerejanya atau umatnya? Jadi sayang sekali kalau tiga kecamatan itu tidak ikut dalam MTQ kabupaten. Tahun depan lebih bekerja keras lagi, supaya yang tiga kecamatan bisa ikut walaupun sebagai peninjau,” pesan Kartius.

Kartius berharap agar pelaksanaan MTQ  XXVI kali ini menjadi momentum strategis mempererat  ukhuwah Islamiyah, untuk memacu, memahami, menghayati, dan mengamalkan Alquran sebagai pedoman
hidup dan petunjuk hidup. Karena itu, ia mengharapkan para peserta mampu
menjaga nilai-nilai keislaman dan tidak menodai kegiatan ini. MTQ, diyakini dia, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap ajaran pentingnya Al-Quran. Karena iru, ia meminta agar semua pihak mampu menjadikan perhelatan akbar ini sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia. “Jadi tunjukkan jati diri kita menjadi umat yang penuh dengan iman dan takwa,” katanya.

Sebelumnya, ketua Panitia Pelaksana MTQ XXVI Tingkat Kabupaten
Ketapang, M Tayep H Jalil, melaporkan jika tujuan untuk mencari
qari-qariah yang mengikuti MTQ tingkat Kalbar di Kabupaten Kubu Raya
tahun 2016 mendatang. Selain itu, dia menambahkan, juga untuk mencari generasi muda yang mampu  memperdalam ilmu pada lomba yang dipertandingkan, khususnya dalam mengamalkan menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga meningkatkan gairah kehidupan beragama sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
“Adapun  kafilah yang mengikuti MTQ XXVI Tingkat Kabupaten Ketapang
tahun 2015 adalah terdiri dari 17 kecamatan yang diikuti 303 orang terdiri dari peserta dan offisial,” tegas Tayep.

Dalam kesempatan yang sama, Drs H Mad Noor Hamid, pengurus LPTQ Kabupaten Ketapang, menegaskan jika pelaksanaan MTQ ini merupakan agenda LPTQ secara nasional, sehingga harus dilakukan sesuai pedoman LPTQ. Tujuannya, diungkapkan dia, adalah untuk meningkatkan tali silaturahmi antar qari-qariah, hafiz, dan hafizah, serta untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan Alquran. “Saya mengharapkan para dewan hakim dalam penilaiannya memberikan penilaian yang objektif. Sebab para dewan hakim merupakan kunci utama dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an,” pesan sosok yang kini menjabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Ketapang ini.

Sementara itu, pelaksanaan MTQ XXVI ini tidak hanya dimaknai
sebagai upaya meningkatkan syiar. Tetapi, menurut Syarif Pendi, kepala
Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Ketapang, MTQ harus menjadi
parameter utuk memotivasi dalam upaya meningkatkan pembelajaran
Alquran yang berlangsung di masyarakat. Karena itu, dalam meningkatkan pembelajaran Alquran di masyarakat, menurut dia, tak hanya dilakukan
melalui TPA, tetapi diharapkan setiap kecamatan juga dapat melakukan pengaderan qari-qariah secara mandiri. (ser)

Berita Terkait