Pembukaan Jalan 19 Kilometer Ditunda

Pembukaan Jalan 19 Kilometer Ditunda

  Kamis, 22 September 2016 10:05
TMMD: Pemukulan gong tanda dimulainya TMMD Regular ke-97 yang dilaksanakan 20 September-19 Oktober 2016. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Rencana pembukaan akses jalan 19 kilometer diwilayah Kecamatan Toba, Sanggau ditunda karena adanya aturan perpanjangan penundaan pemberian izin baru hutan alam dan lahan gambut mulai 13 Mei 2015. Aturan ini ditetapkan dalam Instruksi Presiden nomor 8 Tahun 2015 yang menggantikan beleid sebelumnya Instruksi Presiden nomor 6 Tahun 2013.

Lokasi pembukaan lahan yang akan dilaksanakan dalam TMMD Regular ke-97 tersebut beberapa titik akan melintasi lahan gambut. Untuk itu harus ijin terlebih dahulu ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Sambil menunggu ijin tersebut, rencananya ditunda tetapi akan tetap dilakukan.

Dalam aturan ini disebutkan penundaan pemberian izin baru hutan alam dan lahan gambut yang berada di hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi (hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, hutan produk yang dapat dikonversi) dan areal penggunaan lain. 

Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Widodo Iriansyah menyampaikan pembukaan jalan tersebut akan dilakukan melihat kondisi dan fakta bahwa masih ada daerah terisolir diwilayah Toba. Tidak ada akses darat untuk ke ibukota kecamatan. Jika pun ada membutuhkan biaya yang besar.

“Diera yang maju ini masih ada daerah yang terisolir. Bahkan penduduk disana tidak pernah mengijakkan kakinya ke ibukota kecamatan. Kasian kan. Makanya TMMD ini dijadikan momen untuk membuka keterisoliran tersebut. Tetapi ada kendala makanya sedang diurus ijinnya,” jelas dia Selasa (20/9) usai pembukaan TMMD Regular dihalaman Kantor Bupati Sanggau.

Berkenaan dengan itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan ijin ini harus dilakukan. Pemerintah daerah dan juga TNI tidak mau melanggar aturan yang sudah dibuat. Karenanya, ijinnya diurus. Soal diijinkan atau tidak, waktu mengurus ijinnya berapa lama, itu tergantung dari Kementerian Kehutanan.

“Soal anggaran tidak ada masalah. Pembukaan jalan ini menjadi prioritas kita. Pada periode saya ini harus sudah bisa dibuka. Kita tinggal menunggu ijinnya,” tegas dia. (sgg)

 

Berita Terkait