Pembinaan Remaja Satpol PP Sidak ke SMA 2

Pembinaan Remaja Satpol PP Sidak ke SMA 2

  Sabtu, 6 February 2016 09:49
Hadi Pranata STP

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Bahay narkoba dan pergaulan bebas menjadi ancama serius bagi remaja usia sekolah saat ini. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kapuas Hulu bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) meningkatkan pembinaan disiplin pada remaja khusnya siswa-siswi di sekolah-sekolah di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan melalui inspeksi mendadak (Sidak).

Menurut Kasat Pol PP Kapuas Hulu Hadi Pranata, STP, program inspeksi mendadak (Sidak) tersebut dimulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Putussibau, dengan merazia barang-barang yang berpotensi mempengaruhi sikap dan mental siswa. Seperti handphone (hp) dan flashdisk yang berisikan video maupun foto porno, serta rokok dan minuman keras yang dibawa saat jam sekolah.

“Sidak ini Ini akan menjadi agenda rutin Satpol PP bekerja sama dengan sekolah. Sebelumnya kami menyurati sekolah untuk sama-sama menjaga generasi muda, pelajar di Kapuas Hulu dari pengaruh yang tidak baik,” terang Hadi Pranata di kantornya, Jumat (5/2). Upaya tersebut, ungkap pria akrab disapa  Aan ini, sebagai kepedulian Pemda mengingatkan sekolah dalam mengawasi anak didiknya.

Menurut Aan, ada fungsi Sat Pol PP dalam pengendalian disiplin pelajar. “Kami berharap kegiatan ini mendapat respon positif dari semua elemen masyarakat, terutama para orangtua, sehingga ketika kami menjalankan tugas akan lebih muda,” harapnya. Apabila dikemudian hari ada pelajar terjaring dalam razia penindakan disiplin dan sangsilainnya orangtua siswa sudah mengetahui terlebih dahulu.

Kerena ini merupakan program sosialisasi langsung. Diharapkan ada kesadaran pelajar, bagaimana menjaga disiplin waktu. Karena lanjut Aan, ada celah waktu yang sering dimanfaatkan siswa untuk keluar rumah atau sekolah, missal alasan mengikuti kegiatan ektra kurikuler. Tetapi kenyataannya berkumpul dengan teman-teman dengan mengkonsumsi minuman keras, merokok dan sebagainya.

“Sering kami temukan anak-anak remaja berkumpul dibeberapa titik, tidak jelas kumpulnya untuk apa,” bebernya. Upaya yang dilakukan Sat Pol PP untuk mengantisipasi generasi muda dari pengaruh dunia visualisasi, dengan masuk melalui media sosial yang sangat mudah diakses. “Ketika mereka berkumpul membahas hal-hal negative. Ini merusak generasi muda Kapuas Hulu,” ungkapnya.(aan)

Berita Terkait