Pembentukan Pleton Desa Siaga Api, Tidak Ada Titik Api, Desa Dapat Reward

Pembentukan Pleton Desa Siaga Api, Tidak Ada Titik Api, Desa Dapat Reward

  Kamis, 25 February 2016 08:24
SEPAKAT: Bupati Ketapang Martin Rantan bersama jajaran Forkopimda, para camat dan kades se-Kabupaten Ketapang bersepakat untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan, dalam kegiatan kemarin (24/2) di Hotel Aston. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH berjanji akan memberikan reward  atau penghargaan kepada para kepala desa yang wilayahnya tidak terjadi kebakaran pada saat musim kemarau mendatang. Janji tersebut disampaikan Bupati di hadapan ratusan kades dan camat se-Kabupaten Ketapang, dalam Apel Besar Pembentukan 1 Desa 1 Pleton Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Ball Room Hotel Aston Ketapang, Rabu (24/1).

Bupati mengungkapkan bagaimana kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun terjadi saban musim kemarau, berakibat terhadap pencemaran udara. Kondisi tersebut, menurut dia, begitu mengganggu kesehatan serta menghambat aktivitas keseharian warga. Bahkan, dia menambahkan, lebih parah lagi aktivitas penerbangan udara, laut, dan sungai terganggu karena jarak pandang terhalang kabut asap. "Nanti apabila ada desa yang wilayahnya tidak ada kebakaran lahan akan kita berikan reward," kata dia.

Dalam momen itu, Bupati bersama Kapolres, Dandim, Kejaksaan, SKPD, perusahaan swasta, dan para kepala desa sepakat melakukan gerakan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mereka membentuk 1 desa 1 pleton sebagai relawan yang siaga untuk mencegah kebakaran hutan yang sering terjadi pada musim kemarau.

Terkait anggaran yang dialokasikan, dijelaskan Bupati agar dapat menggunakan dana ADD pada setiap desa. Mereka diminta agar berkoordinasi dan meminta petunjuk dari Badan PMD, Perempuan, dan KB selaku leading sector pemerintahan desa.

Selama ini, diakui Bupati jika Kalbar dianggap daerah yang hutan dan lahannya begitu banyak yang terbakar. Namun dia juga menyayangkan jika Pemkab selama ini dianggap tidak peduli dengan hal itu. "Hari ini (kemarin, Red) kita kompak, kita sepakat untuk memerangi api," tegas Bupati.

Kebakaran hutan dan lahan pada setiap musim kemarau, diakui Bupati menjadi momok bagi pemerintah daerah. Untuk mencegah kebakaran yang sering menjadi agenda tahunan tersebut, menurutnya, diperlukan kebersamaan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, untuk ikut berpartisipasi agar di tahun 2016 mendatang tidak terulang kembali."Kita harus besinergis dengan stakeholders yang ada dalam upaya pencegahan kebakaran, agar kita bisa senang dan sehat melalui tahun 2016 ini," imbau Bupati. (afi/ser)

 

Berita Terkait