Pembangunan Rumdat Diduga Bermasalah

Pembangunan Rumdat Diduga Bermasalah

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SANGGAU-Penggunaan dana hibah tahun 2008 untuk pembangunan rumah adat disejumlah daerah kecamatan yang bersumber dari APBD Sanggau dibeberapa tempat diduga bermasalah dan terindikasi korupsi. Penegak hukum diminta untuk menindaklanjuti dugaan ini.

Warga Sanggau, Supardi mengatakan, sebagai contoh, bangunan rumah adat di Parindu diduga tidak sesuai dengan yang seharusnya. Sehingga bangunan awalnya dibongkar dan dilakukan pembangunan kembali. Dana tersebut mencapai Rp150 juta.

Khusus di Parindu, kasus ini sempat masuk dalam penyelidikan kepolisian namun sejauh ini belum ada progresnya. Dirinya mendapat informasi bahwa ada itikad baik dari pelaksana dilapangan mengembalikan kerugian negara. Situasi ini kemudian membuat sejumlah pihak bertanya-tanya karena sejauh ini belum ada hasil audit dari BPKP yang menyatakan ada kerugian negara.

“Saya tidak mengerti, jika pengerjaannya tidak bermasalah, mengapa harus mengembalikan uang negara. Apalagi belum ada audit BPKP yang  menentukan ada atau tidaknya kerugian negara. Ini aneh. Tahu dari mana jumlah kerugiannya. Kok sudah mengembalikan uang ke kas daerah. Kok penyelidikan dihentikan. Tambah aneh lagi, bangunan tersebut mau untuk apa nantinya,” ungkap dia Senin (17/10).

Menurut dia, ada sejumlah bukti kuat yang bakal mengungkap kasus ini. Bahkan, mungkin saja yang peruntukannya di kecamatan lain karena terindikasi hal yang sama.

Dirinya berharap dugaan penyalahgunaan dana hibah untuk pembangunan rumah adat ini dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum agar masyarakat dapat memperoleh kejelasan. Jika pengerjaannya memang tidak bermasalah maka menurutnya mengapa harus mengembalikan uang negara.

“Ada sejumlah proses yang dalam pikiran saya mencurigakan. Tapi saya tidak men-justice bahwa ini salah. Mungkin lebih tepatnya ada dugaan. Makanya saya berharap penegak hukum mengungkap ini,” pintanya. (sgg)

 

 

Berita Terkait