Pembakaran Hutan Terjadi Lagi, Lahan Tiga Hektar Terbakar

Pembakaran Hutan Terjadi Lagi, Lahan Tiga Hektar Terbakar

  Senin, 11 April 2016 09:33
KARHUTLA: Lahan milik Radel yang terbakar pada Sabtu sore. Warga diminta mengindahkan himbauan tak lagi membakar lahan. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Sabtu (9/4) sore kemarin lahan yang berada dibelakang Kantor DPRD Sanggau terbakar. Penyebab terbakarnya lahan milik Radel sekira pukul 15.30 tersebut belum diketahui secara pasti. Kebakaran ini menambah catatan jumlah karhutla yang terjadi di Kabupaten Sanggau tahun 2016.

Kasubbid Pengendalian Kebakaran BLHKPK Sanggau, Bambang Haryoseno menyampaikan ada tiga unit mobil pemadam yang dikerahkan pada sore kemarin. Meski tidak kencang, tiupan angin turut mempercepat meluasnya kebakaran lahan.

“Luasnya itu sekira tiga hektar. Ada tiga unit mobil pemadam yang diturunkan ke lokasi. Saat kami diberi tahu api sudah mulai menyebar. Tapi masih dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ungkap dia kepada harian ini Minggu (10/4) kemarin.

Dari sejumlah informasi dilapangan, kebakaran tersebut diduga kuat akibat pembukaan lahan untuk berladang dengan cara dibakar. Meski dalam kondisi cuaca ekstrim, adanya tiupan angin dapat  semakin mempercepat kebakaran hutan atau lahan.

Menurut Bambang, kejadian karhutla pada tahun 2016 baru satu kasus yakni yang terjadi Sabtu sore kemarin. Sejauh ini, pemerintah memang sudah mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk berladang. “Yang kemarin itu untuk pelajaran kita. Kan sudah diingatkan. Akibatnya ya susah sendiri. Untungnya tidak meluas kebakarannya. Kalau meluas, mau ndak pemiliknya tanggung jawab,” ujarnya.

Terhadap bahaya karhutla ini, kepolisian sudah memberikan himbauan berupa larangan membakar lahan dan hutan. Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go bahkan tak segan akan mengambil tindakan tegas kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Penindakannya jelas ada. Ancaman pidananya juga ada. Jadi kalau masih tidak menghiraukan himbauan pemerintah, termasuk dari kepolisian, dapat kami jemput paksa dan kami lakukan proses hukum atas kasus karhutla,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait