Pembakar Ratusan Pipa Belum Terungkap

Pembakar Ratusan Pipa Belum Terungkap

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Polisi telah Panggil Sejumlah Pihak

SUKADANA – Hingga saat ini pihak kepolisian terus berusaha mengungkap dalang di balik pembakar ratusan pipa air bersih di pinggir Jalan Raya Sukadana – Ketapang, Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Kejadian yang berlangsung lima bulan lalu tersebut telah menelan kerugian hingga miliaran rupiah.

Mengenai hal ini, Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim AKP Putra Pratama menjelaskan bahwa kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan. Sementara itu, mengenai kabar oknum kepala desa setempat yang pernah meminta sejumlah uang kepada kontraktor yang akan mengerjakan pipa tersebut, saat ini, dipastikan dia, sudah mengembalikannya. Namun dia juga memastikan jika persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kasus yang satu ini.

“Semua sudah kita panggil mengenai masalah ini. Bahkan sekampung sudah kita periksa. Sudah banyak yang kita panggil, memang belum ada titik terang, alat bukti yang susah,” kata dia dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (24/10).

Terkait pelaku pembakaran pipa, diakuinya hingga saat ini masih belum terdapat titik terang. Namun, dia mengungkapkan bahwa mereka sebetulnya sudah mencurigai beberapa warga yang mungkin terlibat dalam aksi tersebut. Mereka terus berupaya mengumpulkan alat bukti yang kuat untuk dapat menjerat pelaku. “Pipa itu sampai sekarang ini masih belum ada titik terangnya. Kita awalnya mengarah ke masyarakat sekitar, karena ada beberapa masyarakat yang meminta pekerjaan ke situ, memeras juga. Cuma kita belum ada alat buktinya,” jelas Putra.

Seperti diberitakan sebelumnya jika ratusan pipa yang ditumpuk di pinggir Jalan Raya Sukadana – Ketapang tersebut, sebetulnya hendak digunakan sebagai sarana air bersih demi kebutuhan masyarakat. Namun sangat disayangkan ratusan penyalur air tersebut dibakar pihak yang tidak bertanggung jawab.   

Terpisah, kepala Desa (Kades) Simpang Tiga, Rajali, membantah bahwa dirinya pernah meminta sejumlah uang dengan pihak kontraktor pemenang lelang. Ia selaku pimpinan desa setempat juga merasa tidak pernah dipanggil ke Polres terkait permasalahan tersebut.  “Salah kali, coba dicek ke lapanganlah, ini sepertinya ada yang tidak benar. Kalau kita minta duit itu, duit dari mana, masak seperti itu? Saya tidak pernah seperti itu. Kemarin kita di panggil di Polsek, di Polres tidak ada,” katanya, kemarin.

Sementara itu, kepala BPMPDPKB Kabupaten Kayong Utara, Waliman, mengaku belum mengetahui adanya oknum kepala desa yang meminta uang kepada kontraktor pemenang lelang pipa. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan mencoba mengonfirmasi kebenaran tersebut. “Akan kita panggil yang bersangkutan (Kepala Desa Simpang Tiga, Red) untuk mengkroscek kebenarannya itu. Kalau untuk masalah pipa terbakar, sudah ditangani Polres Ketapang,” jelasnya.

Ditegaskan Waliman, tidak dibenarkan jika ada kepala desa yang meminta sejumlah uang kepada kontraktor. Ditegaskan dia jika hal tersebut masuk dalam kata pungli. “Tidak di perbolehkan seperti itu. Kalau benar ada meminta uang, kita akan jatuhkan sanksi, tapi belum tahu apakah sampai diberhentikan dari jabatan atau tidak? Lihat nanti,” kata dia.

Menanggapi permasalahan ini, ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangunan Kayong Utara (LP3KKU), Abdul Rani, mengecam hal tersebut. Dikatakan dia, jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka termasuk dalam kategori pungutan liar alias pungli.

Untuk itu, dirinya mendesak kepada pihak kepolisian untuk dapat segera memproses oknum kepala desa yang sudah melakukan pungutan liar tersebut. Bahkan, diakui dia jika Presiden Joko Widodo juga telah berkomitmen untuk memberantas pungutan liar, sehingga tidak dapat biarkan.  “Jangan dibiarkan, itu ada pungli. Beri sanksi biar ada efek jera. Dan tidak ada toleransi. Belum lagi saat ini Presiden Jokowi gencar membrantas pungli,” tegasnya. (dan)

Berita Terkait