Pembacok Bocah Diringkus

Pembacok Bocah Diringkus

  Kamis, 11 Agustus 2016 10:19
DIAMANKAN: Rianto ketika diamankan polisi di Desa Jangkang, Kecamatan Kubu. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Sempat buron selama dua hari, pelarian Rianto, 38 pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak dan istrinya berakhir. Pria yang berprofesi sebagai petani itu diringkus Polisi ketika berada di Dermaga Desa Jangkang, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (10/8) sekitar pukul 09. 45 WIB.

 
Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno, SH, MH membenarkan penangkapan itu. Prayitno menyebut keberhasilan jajarannya meringkus pelaku berkat kerjasama tim gabungan Polres Mempawah  diback-up Polda Kalbar dan Polsek.

Bermula dari laporan masyarakat yang melihat sosok laki-laki mirip dengan pelaku kasus pembunuhan Riani, 7 dan penganiayaan terhadap Painem, 32 warga Desa Sungai Radak Satu pada Minggu (7/8) malam. Kedua korban tak lain adalah anak dan istri pelaku. Kasus ini sudah tersebar luas dikalangan masyarakat. Sehingga tak heran jika gambar wajah pelaku pun tak asing di masyarakat.

Ketika itu, warga mendapatkan Rianto sedang berada di Dermaga Desa Jangkang, Kecamatan Kubu. Untuk memastikan kecurigaannya, warga pun melaporkan temuan itu ke Mapolsek Kubu. Kontan saja, petugas polsek pun bergegas menuju ke dermaga untuk melihat secara langsung sosok yang diduga pelaku pembunuhan dan penganiayaan itu.

Benar saja, pria yang berada di dermaga tersebut cocok dengan foto pelaku yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mempawah. Tak mau buruannya kabur, petugas dengan sigap mencegat pelaku. Tanpa melakukan perlawanan, pelaku pasrah ketika digiring ke Mapolsek Kubu. Pelaku sempat beberapa jam diamankan di Mapolsek Kubu sebelum akhirnya tim Polres Mempawah melakukan penjemputan.

“Saat ini pelaku sedang dalam perjalanan menuju ke Mempawah. Ketika ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” terang Prayitno.

Kasat mengatakan, setelah pelaku tiba di Mapolres Mempawah maka pemeriksaan pun akan dilakukan. Terutama untuk mengungkap motif yang mendorong pelaku menghabisi nyawa anaknya dan melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya.

“Apa motif kasus ini, nanti akan terungkap dalam proses pemeriksaan terhadap pelaku. Kalau sekarang kita belum tahu, karena pelaku belum diperiksa. Apakah motifnya cemburu atau lainnya, kita belum tahu,” tegasnya.

Meski  apapun dalih dan motifnya, perbuatan pelaku terbukti telah menghilangkan nyawa orang lain dan menyebabkan korban lainnya mengalami cidera parah. Pelaku pun bisa dijerat dengan pasal berlapis.

“Untuk sanksi pidananya, kita masih akan menunggu hasil pemeriksaan. Dari pemeriksaan itulah nantinya menentukan pasal apa yang dikenakan terhadap pelaku. Misalnya dikenakan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penganiayaan dan pembunuhan. Apakah pembunuhan berencana atau tidak, nanti ditentukan dari pemeriksaan. Ancamannya bisa 15-20 tahun,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan dan penganiayaan tersebut terjadi di Dusun Banyumanik, Rt 11 Rw 5, Desa Sungai Radak 1, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (7/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Riani, bocah 7 bulan yang juga anak pelaku tewas mengenaskan dengan luka sabetan sajam pada bagian punggung belakang.

Tak hanya membunuh Riani, pelaku pun melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Painem, 32. Akibat penganiayaan itu, korban Painem kehilangan empat jari tangan kiri, lengan kiri luka, bahu luka, wajah sebelah kiri luka sampai ke hidung. Korban kritis dan sampai sekarang masih mendapatkan perawatan intensif rumah sakit di Pontianak. (wah)

Berita Terkait