Pemakai Kaos ISIS Tak Ditahan

Pemakai Kaos ISIS Tak Ditahan

  Selasa, 26 January 2016 10:15
KAOS ISIS: EA saat diinterogasi polisi terkait dengan penggunaan kaos dengan atribut ISIS serta gambar-gambar ISIS di ponselnya. sugeng/pontianakpost

Berita Terkait

SANGGAU-Kepolisian Resor Sanggau memastikan tidak menahan anak berinisial Ea yang ditangkap dengan memakai atribut berupa baju kaos Islam State Iraq and Syiria (ISIS). Namun, anak tersebut masuk dalam pengawasan aparat bekerjasama dengan Ketua RT tempat tinggal si anak dan juga Kantor Kesbangpol dan Linmas Sanggau.

“Anak itu tidak ditahan. Hanya saja anak itu dalam pengawasan aparat. Kita bekerja sama dengan Ketua RT untuk mengawasi, dibantu dari Kesbangpol,” ungkap Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go Sik saat ditemui harian ini.Mengenai penanganan temuan ini, Donny menyampaikan untuk saat ini langkah antisipasi terus dilakukan. Temuan ini belum dapat dikaitkan terlalu jauh dengan Undang-Undang Terorisme karena dimungkinkan anak tersebut juga belum mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya dapat menjadi persoalan yang begitu besar dimasyarakat.

“Mungkin saja, karena sekarang ini ISIS begitu populer dipemberitaan, bagi anak-anak ini mau dijadikan tren. Padahal mereka tidak tahu dampaknya bagi masyarakat banyak. Jangan berani-berani pakai atribut ISIS,” jelasnya Senin (25/1).Pada intinya, kata dia, kepolisian melakukan upaya pencegahan terlebih dahulu. Apalagi ini menjadi temuan. Kebetulan dipakai oleh anak-anak yang ditengarai belum mengetahui bahwa menggunakan atribut organisasi ini sangat tidak dianjurkan.

“Kami mencegah. Tetapi memang, instruksi dari atas apabila ditemukan barang-barang yang berkenaan dengan ISIS ini harus segera diambil tindakan salah satunya dengan menyita barang tersebut,” katanya.Terkait dengan penjualan atribut baju atau lainnya yang berkenaan dengan ISIS, dia mengingatkan agar tidak ada yang menjualnya. Karena dengan alasan apapun, kepolisian akan melakukan penyitaan.

“Bagi mereka yang menjual, kalau mereka tidak paham, akan kami beri penjelasan. Tetapi, kalau mereka sudah tahu namun masih tetap menjalankan juga maka akan ditangani khusus. Hal ini sama juga dengan yang membeli,” tegasnya.Kepada anak-anak di Sanggau, diharapkan tidak menggunakan atribut tersebut. Meskipun hanya untuk happy ending semata. “Jadi kalau bisa jangan pakailah yang begitu-begitu. Apalagi kalau mereka tidak tahu,” imbaunya.

Dia juga mengharapkan kepada masyarakat agar mau melapor apabila menemukan penjualan atribut ISIS secara bebas atau hal-hal mencurigakan berkenaan dengan organisasi terlarang ini. “Kalau memang ada menemui orang-orang yang dengan sengaja menyebar ini harap segera melapor ke pihak berwajib supaya diambil tindakan segera,” harap dia.Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak BP2KBPA Sanggau, Ina Monowarina menyampaikan pihaknya akan mencoba menemui anak yang dimaksud untuk mencari tahu mengenai penggunaan atribut tersebut.“Kami akan coba menjalin komunikasi terlebih dahulu. Jika butuh pendampingan, maka akan kami berikan pendampingan kepada anak tersebut,” katanya. (sgg)

Berita Terkait