Pemain Layangan Terancam Penjara

Pemain Layangan Terancam Penjara

  Senin, 20 June 2016 09:32
Ilustrasi. FOTO: pixabay.com

Berita Terkait

PONTIANAK-Permainan layangan menggunakan kawat sebagai benang yang telah memakan dua orang korban jiwa kini menjadi perhatian serius kepolisian. Polisi memastikan pemain layangan yang mengancam keselamatan orang lain dapat dipidana.  Kapolresta Pontianak, AKBP, Iwan Imam Susilo, mengatakan bahwa bulan ini tercatat sudah ada dua orang yang meninggal dunia lantaran tersentrum benang kawat yang menyangkut di kabel listrik. 

“Dua kejadian itu, satu orang pemain layangan di Pontianak Timur meninggal, sementara beberapa minggu lalu ada anak  berusia 12 tahun di Pontianak Kota juga meninggal karena memegang benang kelayang yang tersangkut di kabel,” kata, Iwan, Minggu, (19/6). 

Kasus lainnya, lanjut dia, yang kerap tejadi adalah banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban tali layangan, seperti leher mengalami luka atau bagian badan lainnya. “Jelas permainan layangan ini menjadi sangat bahaya, karena mengancam keselamatan orang lain,” ucapnya. 

Iwan menuturkan, berdasarkan kasus-kasus yang terjadi itu, pihaknya telah melakukan kajian untuk menindak pelaku pemain layangan. Setidaknya, ada beberapa pasal di dalam kitab undang undang hukum pidana (KUHP) yang dapat digunakan untuk menjerap pemain layangan. 

Iwan menjelaskan, seperti pada pasal 350 KUHP yang menyatakan barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun. “Yang ditekankan itu pada kelalaiannya yang menyebabkan orang mati. Ini pasal pertama yang akan kami kenakan,” tegas, Iwan. 

Pasal lain yang dapat dikenakan untuk pemain layanga, dia menambahkan, adalah pasal 303 KUHP tentang perjudian. Dimana informasi yang didapat kepolisian bahwa permainan layangan tersebut tidak hanya permainan biasa atau sekedar mengisi waktu kosong tetapi ada taruhan disana. “Tentu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, jika tersbukti maka ancaman pidana penjaranya sepuluh tahun,” tegasnya, kembali. 

Iwan menyatakan bahwa tindakan tegas yang diambil kepolisian ini adalah sebagai upaya untuk menyelamatkan masyarakat tak berdosa yang harus kehilangan nyawanya karena kelalaian orang lain. “Kalau kedua pasal ini tidak dapat diterapkan karena kekurangan bukti, maka pemain layangan itu dapat dikenakan tindak pidana ringan sesuai yang diatur di dalam peraturan daerah,”terangnya. 

Pemerintah Kota Pontianak pun kini mulai menanggapi serius kasus permainan layangan yang mengancam keselamatan warga. Salah satu bentuk kebijakan yang diambil pemerintah adalah dengan akan dikeluarkan Peraturan Walikota Pontianak tentang larangan permainan layangan diseluruh wilayah Pontianak kecuali layangan hias beserta festivalnya. (adg) 

Berita Terkait