Pemadaman Dimulai Lagi

Pemadaman Dimulai Lagi

  Minggu, 7 Agustus 2016 10:34

Berita Terkait

PONTIANAK – Sepanjang Juni – Juli lalu pelayanan listrik di Kota Pontianak relatif cukup memuaskan dengan minimnya pemadaman, terutama dalam durasi panjang. Namun sayangnya, memasuki Agustus ini, kondisi kelistrikan kembali tak bisa diharapkan.

Pada 4 Agustus lalu saja, ketika angin kencang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya, sempat terjadi pemadaman. Bahkan, hampir di seluruh wilayah di kota ini mengalaminya. Seperti dialami salah seorang warga, Andri Januardi. Warga Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat tersebut semula sempat memaklumi ketika pemadaman terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, sekitar pukul 16.02 WIB pada saat itu. Pemadaman itu sendiri merupakan kali keempat sepanjang Agustus, sehingga boleh dibilang kejadian tersebut berlangsung empat hari berturut-turut. 

Dia sebetulnya bisa memaklumi ketika memperoleh informasi dari PLN, di mana kondisi angin kencang menyebabkan gangguan jaringan, sehingga terpaksa dilakukan pemadaman. Tapi pemadaman hingga empat hari berturut-turut menjadikan dia sedikit kesal dan sulit menerima alasan tersebut. Terlebih pemutusan aliran listrik yang menimpa kediamannya bersama kediaman warga lainnya sore itu ternyata berlangsung hingga pukul 19.23 WIB. Itu berarti pemadaman tersebut telah berlangsung dalam durasi 3 jam 21 menit. Bahkan yang kembali membuat dia kesal, pemadaman tersebut berulang kembali pada pukul 19.54 WIB hingga pukul 22.10 WIB di hari yang sama.

Dia sendiri mencatat jika sepanjang Agustus yang baru memasuki beberapa hari, telah terjadi pemadaman di kawasan tempat tinggalnya dalam durasi begitu panjang. Pada 1 Agustus dia mencatat pemadaman berlangsung sepanjang pukul 12.47 WIB - 15.37 WIB atau 2 jam 24 menit, kemudian pada 2 Agustus sepanjang 11.28 WIB - 14.17 WIB (2 jam 49 menit), dan 3 Agustus dalam pemadaman durasi singkat 10.20 WIB - 10.46 WIB (26 menit). 

"Setiap kali kita tanyakan ke bagian informasi mereka, jawabannya perbaikan jaringan, dan selalu begitu," ungkap Andri kesal.

Andri sendiri tidak mempersoalkan pemadaman dalam durasi lama, jika telah diumumkan sebelumnya. Menurutnya, perusahaan setrum milik negara tersebut seharusnya memberitahukan warga melalui media massa, jika memang hendak melakukan pemadaman arus listrik dalam waktu tidak sebentar.

Padahal dia sempat mengapresiasi lantaran sepanjang Juni-Juli lalu, sudah hampir tidak pernah terjadi lagi pemadaman di tempat tinggalnya. Meski sebetulnya diakui dia, listrik sepanjang rentang waktu tersebut sempat biarpet, namun tidak pernah berlangsung lebih dari 1 jam. Alumnus teknik elektro Universitas Brawijaya Malang tersebut tetap mencatat pemadaman yang berlangsung, namun untuk durasi di atas 1 jam.

Sepanjang 2016 ini saja dia telah mencatat durasi pemadaman di kediamannya. Rerata setiap bulannya tetap terjadi pemadaman di atas 1 jam dalam satu hari. Pada Januari misalnya, dia mencatat pemadaman terjadi pada 24 Januari (1 jam 5 menit) dan 26 Januar (4 jam 30 menit), pada Februari dengan tiga kali pemadaman, pada Maret dengan lima kali pemadaman, pada April dengan dua kali pemadaman, serta pada Mei dengan empat kali pemadaman (lihat grafis). (ote)

Karena Angin Kencang

PONTIANAK – Pemadaman dengan durasi panjang yang berlangsung pada 4 Agustus lalu lebih dikarenakan faktor cuaca. Hitler SP Togatorop, manajer PLN area Pontianak mengakui hal itu.

“Kebetulan di Gardu Induk Sei Raya saat terjadi angin kencang. Kemarin sore (4/8) kabel penyangga jaring penghalang kelayang di atas switch yard putus akibat angin kencang dan jaring jatuh menimpa busbar 150 kV, sehingga terjadi listrik padam sekitar pukul 16.20,” ungkap Hitler menjelaskan kejadian tersebut kepada wartawan. Pada saat itu, dia memastikan jika para petugasnya di lapangan telah melakukan evakuasi perbaikan dan pembersihan jaring yang jatuh. Mereka juga melakukan evakuasi dan pembersihan switch yard. 

“Setelah semua aman, maka listrik menyala secara bertahap mulai jam 17.39 sampai dengan jam 20.00 WIB,” kata dia. 

Selain kondisi tersebut, dia juga menjelaskan ada beberapa tiang PLN yang tumbang di Jalan Jeruju Darat, kemudian tiang PLN ditimpa pohon yang roboh di Jalan Sultan Agung, Jalan Parit Empering Terentang, serta jaringan yang putus di beberapa tempat. Akibatnya, dia menambahkan, cakupan yang terganggu antara lain daerah yang disuplai dari Gardu Induk Sei Raya dan sebagian besar Kota Pontianak. “Kami mohon maaf atas kejadian tersebut, kiranya mayarakat pengguna listrik maklum adanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hitler pun menyampaikan sejumlah imbauan kepada seluruh masyarakat pengguna listrik. Imbauan tersebut antara lain agar masyarakat menginformasikan kepada PLN melalui contact center 123 di (0561) 123 atau PLN terdekat. Di sana warga bisa menyampaikan mengenai potensi adanya kemungkinan yang dapat mengganggu jaringan listrik seperti pepohonan, umbul-umbul, reklame, antena, dan lain-lain yang dekat dengan jaringan PLN. 

Dia juga meminta agar warga dapat mengizinkan serta merelakan tanaman yang dekat dengan jaringan PLN untuk dipotong. Warga juga diminta agar tidak menanam tanaman di dekat, apalagi di bawah jaringan PLN. Warga kemudia diminta untuk tidak bermain layangan yang dapat mengganggu jaringan listrik dan keselamatan manusia.

Saat listrik PLN padam, menurut dia, sebaiknya peralatan-peralatan yang ada di-off-kan, dan setelah listrik menyala, secara bertahap peralatan listriknya dapat dinyalakan. “Menggunakan listrik secara bijak dan tertib, serta membayar tagihan listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait