Pemadaman 18 Jam , Warga Mengeluh

Pemadaman 18 Jam , Warga Mengeluh

  Rabu, 10 February 2016 10:13
PERBAIKAN: Petugas PLN Mempawah sedang melakukan perbaikan jaringan di wilayah Senggiring. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pemadaman listrik diwilayah Kota Mempawah dan sekitarnya berlangsung selama 18 jam. Pemadaman terpaksa dilakukan PT PLN Cabang Mempawah karena ada tiga tiang TM listrik di Rt 13 Dusun Senggiring, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur yang patah hingga terjadi gangguan jaringan.

Manager PT PLN Cabang Mempawah, Saut Manurung membenarkan insiden patahnya tiga tiang TM listrik dipinggir Jalan Raya Senggiring pada Senin (8/2) sekitar pukul 04.00 WIB. PLN belum bisa memastikan penyebab patahnya tiang yang terbuat dari bahan beton tersebut. Namun, kuat dugaan disebabkan angin kencang yang menerjang kawasan itu pada malam kemarin.

Sejak diketahui insiden tersebut, PLN mengerahkan semua petugas  teknisnya kelapangan untuk melakukan perbaikan. Proses perbaikan perlu segera dilakukan lantaran lokasi tiang yang patah persis berada dipinggir jalan raya. Jika lambat ditangani, dikhawatirkan dapat mencelakai pengendara yang melintas di jalur Pantura Kalbar itu.Dimulai dengan melepas kabel jaringan utama dari tiang beton untuk diganti dengan tiang besi. Proses pengerjaan yang cukup rumit membuat petugas harus bekerja keras menyelesaikan tugasnya. Terhitung sejak pagi hari, petugas membutuhkan waktu hingga sore hari untuk menuntaskan proses pergantian tiang listrik itu.

Selama proses perbaikan berlangsung, PLN terpaksa melakukan pemadaman jaringan listrik secara total diseluruh wilayah Kota Mempawah bahkan hingga daerah Tanjung Sanggau. Meski pergantian tiang sudah selesai pada sore hari, tetapi pemadaman masih berlangsung hingga malam. Sebab, petugas mendapatkan adanya kerusakan pada jaringan lainnya diwilayah Senggiring. Hingga pemadaman listrik pun berlangsung kurang

lebih selama 18 jam sejak pukul 04.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. “Untuk pergantian tiang beton yang patah, sudah selesai pada sore hari. Namun, setelah kita crosscek ternyata ada lagi kerusakan jaringan lain hingga pemadaman masih berlangsung sampai malam harinya,” terang Saut kepada Pontianak Post, Senin (9/2) malam.Saut mengaku pihaknya telah berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan jaringan. Mengingat, kerusakan jaringan tersebut merupakan insiden yang bersifat emergency dan perlu penanganan yang cepat dan tepat.

“Sebenarnya tiang besi ini bukan utuk penggantian tiang beton. Namun, karena ini sangat darurat maka terpaksa kami gunakan tiang besi sebagai penggantinya. Kami sudah bekerja semaksimal mungkin melakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan,” tuturnya. Karenanya, Saut menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan listrik diwilayah Mempawah dan sekitarnya atas gangguan jaringan

listrik. Pihaknya dengan terpaksa harus melakukan pemadaman listrik total yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. “Pemadaman total harus dilakukan agar proses perbaikan jaringan dapat dilaksanakan oleh petugas dilapangan. Mudah-mudahan, masyarakat pelanggan dapat memahami dengan kondisi kami dilapangan,” harapnya.Dilain pihak, pelanggan listrik, Sawadi menilai patahnya tiang beton milik PT PLN bukan disebabkan faktor alam. Melainkan lebih cenderung dikarenakan faktor usia tiang beton yang sudah usang. “Kemarin malam tidak ada angin kencang diwilayah Senggiring. Makanya sangat tidak tepat jika insiden patahnya tiang beton PLN itu

disebabkan sapuan angin. Tiang beton itu patah karena usianya sudah tua,” tegas Sawadi yang juga bermukim di Senggiring. Sawadi yang juga menjabat Ketua FPI Kabupaten Mempawah ini menyarankan agar PT PLN segera melakukan evaluasi dan antisipasi terhadap tiang beton tersebut. Selain usia tiang yang sudah tua, lokasi pemasangantiang beton juga banyak berada dilingkungan pemukiman masyarakat.

“Banyak sekali tiang beton ini berada dipinggir rumah warga. Kita tidak ingin ada tiang beton yang patah dan menimpa rumah warga atau mencelakai pengendara jalan raya. Makanya sebelum ada korban jiwa, segera lakukan langkah antisipasi,” sarannya.Pelanggan listrik lainnya, Julianto berpandangan persoalan klasik yang dihadapi PT PLN masih berkutat pada masalah jaringan. Dia menyimpulkan lemahnya pengelolaan manajemen menjadi kata kunci untuk perbaikan kinerja pelayanan listrik di republik ini.

“Sejak dulu selal masalah jaringan yang dihadapi PLN. Dan ironisnya masalah jaringan itu seakan tidak pernah bisa diselesaikan. Selama manajemen PT PLN tidak ditata, jangan mimpin pelanggan akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” sebutnya.Terhadap pengelolaan manajemen tersebut, pria yang bermukim di Kecamatan Sungai Kunyit ini menghendaki agar PT PLN diserahkan kepada pihak swasta. Dia berkeyakinan, swasta lebih disiplin dalam pengelolaan manajemen yang baik dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.“Contohnya PT Telkom yang dulunya BUMN dan sekarang diambil alih oleh Telkomsel. Bisa dilihat sendiri perubahan yang signifikan dan mutu pelayanan jauh lebih baik. Sama halnya dengan PT PLN, jika ingin pelayanan listrik yang maksimal maka pemerintah harus segera mencarikan pihak swasta,” usulnya.

Kicauan Netizen di Medsos

Pemadaman listrik yang berlangsung selama 18 jam memantik reaksi para netizen di media sosial (medsos). Ada yang mengkritisi kinerja PLN, namun ada pula yang mengapresiasi kinerja petugas PLN yang telah bekerja siang malam untuk melakukan perbaikan jaringan. “Semue aktifitas yang menggunakan listrik tertunda. Sampai kapan kie bise menikmati listrik tanpa pemadaman ?,” kicau akun Dwi Ard dilamanFacebook nya.

Komentar terhadap pelayanan listrik juga datang dari akun Ridwan Buser. Dirinya menuntut reakasi dari element terkait untuk mengatasi persoalan listrik yang dinilai kerap merugikan para pelanggan. ‘’Bagaimana YLKI dan LSM nih...kok diam ya kasihanlah keluarga yang lagi merayakan tahun baru (imlek) dengan suasana mati lampu sepertiini !,” tuturnya.Sementara netizen lainnya, Ajhenk memahami upaya petugas PLN dilapangan yang telah bersusah payah untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan jaringan yang terjadi diwilayah Senggiring hingga memaksa PLN harus melakukan pemadaman total hingga belasan jam lamanya.

“Bukan pemadaman....ndak lihat ada tiga tiang listrik tumbang di Senggiring dan sampai sekarang petugas PLN dalam kondisi hujan dan panas membetolkanye. Bukanya mudah nak ganti tiang tu. Jangan tau marah jak cobe liat dilapangan gimane petugas tu kerje...”celotehnya.(wah)

Berita Terkait