Pemadam Kebakaran Meninggal Saat Bertugas

Pemadam Kebakaran Meninggal Saat Bertugas

  Rabu, 25 November 2015 09:50
PEMADAM KEBAKARAN : Edi Kurniawan anggota pemadam kebakaran Swadesi Borneo meninggal dunia saat akan memadamkan api disalah satu rumah di Jalan Media, Selasa (24/11) malam. Terlihat sejumlah pemadam kebakaran yang lain mengantar jenazah ke Rumah Sakit Sudarso. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Edi Kurniawan (43), anggota Pemadam Kebakaran Swadesi Borneo meninggal dunia saat menuju lokasi kebakaran yang menghanguskan satu rumah di Gang Media, Tanjung Harapan, Pontianak Selatan, Selasa (24/11) malam.Korban berangkat bersama anaknya, Farid mengendarai sepeda motor. Saat akan tiba di lokasi kebakaran, korban tiba-tiba jatuh dari motor dan pingsan.

warga dan petugas pemadam kebakaran lain yang tahu kejadian itu langsung mengevakuasi korban ke salah satu rumah warga untuk diberikan pertolongan pertama. Sesaat kemudian korban dilarikan ke Rumah Sakit ‎Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak.Namun sayang, nyawa korban tidak terselamatkan. Menurut seorang petugas rumah sakit, korban terkena serangan jantung. "Sudah meninggal saat datang di rumah sakit," katanya.

Sanusi, salah satu anggota pemadam ‎kebakaran Pancasila Abadi 86 menerangkan, korban belum sempat memadamkan api. "Korban datang bersama anaknya, pada saat mendekati lokasi, korban jatuh dari motor," kata Sanusi ditemui di RSUD dr Soedarso, kemarin.Setelah selesai dibacakan surat Yasin di rumah sakit, korban dibawa ke rumah duka di Jalan Karet Gang Pemancingan Pontianak Barat dengan diiringi belasan armada pemadam kebakaran. "Kami, para anggota pemadam kebakaran ikut bela sungkawa atas meninggalnya teman kami Edi Kurniawan," katanya.

Korban meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Rencananya jenasah korban akan dimakamkan Rabu (25/11) di pemakaman umum.Secara terpisah, Kapolsekta Pontianak Selatan, AKP Kartyana mengatakan, korban diduga mengalami serangan jantung sebelum tiba di lokasi. "Berdasarkan keterangan anak dan rekan-rekannya, sebulan belakangan ini sering mengeluh sesak nafas. Diduga korban mengalami serangan jantung," katanya.

Sementara, kebakaran yang menghanguskan satu rumah di Gang Media Jalan Tanjung Harapan Pontianak Selatan disebabkan karena adanya korseleting atau hubungan pendek arus listrik. "Berdasarkan keterangan saksi, sebelum terjadi kebakaran, telah terjadi percikan listrik yang kemudian membakar rumah yang Wahidin yang ditempati  sepupunya, Yanto Ismail, istri dan dua orang anaknya," terangnya. Saat itu, lanjut Kartyana, menurut keterangan saksi di TKP, Yanti Ismail sedang baring dikamar dengan anaknya, kemudian tiba-tiba di kamar tengah terdengar suara percikan api kumdian api langsung merembet ke atas dek rumah. "Besok kami akan melakukan olah TKP, untuk mengetahui penyebab kebakaran," pungkasnya. (arf)

 

Berita Terkait