Peluru Tembusi Kedua Kakinya

Peluru Tembusi Kedua Kakinya

  Minggu, 22 May 2016 10:25
DIAMANKAN: Tersangka pelaku curat, D, berhasil ditangkap Tim Jatanras Polresta Pontianak. D tampak saat diwawancarai Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean, di Mapolresta Pontianak, kemarin (21/5). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Petualangan D Berakhir di Beting

PONTIANAK – Kerap keluar masuk penjara ternyata tak membuat D jera. Pelaku pencurian spesialis rumah kosong tersebut masih saja melakukan aksinya, dengan menggasak enam rumah kosong di Kota Pontianak. Namun kini aksinya berakhir setelah diringkus aparat kepolisian di Kelurahan Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. 

D dibekuk pada 19 Mei lalu. Polisi yang sudah tiga bulan mengincar keberdaannya, mendapatkan informasi jika yang bersangkutan berada di sebuah rumah di Kampung Beting. 

Dengan dipimpin kepala Unit (Kanit) Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polresta Pontianak, IPTU  Suryadi, bersama sejumlah anggota, mereka pun langsung melakukan pengejaran. Berada di lokasi, tersangka yang mengetahui kehadiran aparat langsung melarikan diri. 

Tak ingin target operasi lolos, tembakan peringatan pun dilepas. Namun oleh tersangka, tembakan itu tak diindahkan. Akhirnya moncong pistol pun diarahkan ke kaki tersangka. Dor... dor... dua peluru timah panas bersarang di kedua kaki tersangka. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, membenarkan penangkapan tersangka pencurian dengan pemberatan spesialis rumah kosng tersebut. "Sudah lama kami mengincar dan Alhamdulillah berhasil ditangkap," kata Andi, Sabtu (21/5). 

Andi menuturkan, dari keterangan tersangka, aksi kejahatan yang dilakukannya ternyata sudah menyatroni enam tempat kejadian perkara (TKP). Terakhir, dia menambahkan, pelakukan melakukan aksinya di sebuah rumah di Jalan Abdurrahman Saleh. "Di rumah yang ditinggal penghuni itu, tersangka berhasil mengambil satu unit televisi, orgen tunggal, dan sejumlah perhiasan," ungkapnya. 

Andi mengungkapkan saat beraksi, tersangka melakukannya bersama rekannya yang kini telah masuk daftar pencarian orang (DPO). "Tersangka spesialis rumah kosong, dengan modus merusak pintu depan rumah," sambungnya. 

Dari keterangan tersangka, diungkapkan Andi jika seluruh barang hasil curian dijual kepada penadah di tepi Sungai Kapuas. Andi menambahkan bahwa hasil dari menjual barang curian tersebut kemudian dibagi rata oleh masing-masing tersangka. "Pengakuannya uang hasil menjual dibelikan sabu," tuturnya. 

Andi Yul mengaskan bahwa tersangka akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. "Untuk tersangka D, ini untuk ketiga kalinya masuk penjara. Sementara tersangka lainnya semoga dalam waktu dekat berhasil diringkus,” ungkap Kasat Reskrim. 

Saat diwawancarai, tersangka D mengaku dalam melancarkan aksinya dibantu seorang temannya. Sebelum beraksi, ia selalu melakukan pengintaian terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa target rumah dalam keadaan kosong. 

Jika rumah dipastikan dalam keadaan kosong, ia dan temannya pun langsung beraksi. "Saya hanya bawa motor, yang masuk dan mengambil barang di dalam rumah kawan saya," aku dia. (adg)

Berita Terkait