Pelindo Ungkap Kelebihan Kijing

Pelindo Ungkap Kelebihan Kijing

  Jumat, 24 June 2016 09:59

Berita Terkait

MEMPAWAH– Pembangunan pelabuhan laut internasional di Kecamatan Sungai Kunyit berperan penting terhadap perdagangan dunia dan domestik. Hal itu menjadi satu alasan pemerintah pusat memasukkan pelabuhan Kijing di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, ke dalam program percepatan infrastruktur. 

Selain faktor kedalaman alur, secara geografis posisi Kijing dinilai sangat strategis.

Direktur Komersial dan Pengembangan Perusahan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Saptono Rahayu Irianto, menyebut Kijing punya beberapa kelebihan. 

“Kita lihat Kijing itu sangat dekat dengan Singapura dan negara-negara Asia lainnya seperti Tiongkok, Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Brunei, dan Malaysia,” ujarnya di Mempawah, belum lama ini.

Kemudian, dia melanjutkan, Kijing juga dekat ke Ibu Kota Jakarta, Surabaya, maupun melalui Selat Malaka menuju ke Timur Tengah, Afrika, India, dan Eropa. 

”Inilah keuntungan apabila kita mempunyai pelabuhan besar,” imbuhnya.

Ia menerangkan pelabuhan besar yang menurut rencana akan direalisasikan di Kijing, Sungai Kunyit, bakal mampu menerima kapal-kapal besar dengan berbagai peralatan yang memang dibutuhkan. 

Saat ini, dia menerangkan, untuk aktivitas bongkar-muat kontainer jika alat-alat tidak lengkap, maka dalam satu jam hanya bisa menyelesaikan delapan boks kontainer. Tapi jika alat-alat lengkap, dapat menyelesaikan hingga 35 boks kontainer.

 “Jadi dengan kapal-kapal yang ukuran sepuluh kali itu tidak masalah kita bongkar-muat. Sehari-dua hari selesai. Itulah sebabnya kita perlu pelabuhan besar. Kemudian pelabuhan itu nantinya juga bisa mendistribusikan barang-barang ke pelabuhan-pelabuhan domestik seperti seperti Sambas, Singkawang, Pontianak, Teluk Air, Ketapang, maupun pelabuhan-pelabuhan lainnya di seluruh Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, kelak pelabuhan Kijing punya posisi penting sebagai pelabuhan transit, pengumpul, dan pendistribusi. Jika itu terealisasi, akan banyak kegiatan turunan yang menguntungkan bagi masyarakat. 

“Contohnya kalau kargo banyak, maka perlu angkutan. Truk perlu banyak. Jika banyak armada, maka supir dan pembantu supir juga harus banyak. Dengan demikian ekonomi kita menjadi tumbuh. Jika ekonomi tumbuh, insya Allah kesejahteraan masyarakat pun bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.

Saptono juga memuji kedalaman laut di Kijing. Dengan kondisi seperti itu, ia menyebut pengerukan tidak perlu dilakukan. Jika pun perlu, hanya pada spot-spot tertentu. Dia lantas membandingkan dengan kondisi pelabuhan di Pontianak, di mana pengerukan dilakukan setiap tahun dengan menghabiskan biaya 50-60 miliar rupiah per tahunnya.

 “Kalau ini (Kijing) free maintenance. Dan diharapkan di sini bisa dibangun suatu terminal dermaga dengan panjang sekitar 1.000 meter yang terdiri atas kargo-kargo CPO, kontainer, dan multi purpose. Ini yang kita sebut sebagai fasilitas offshore. Adapun fasilitas onshore terkait dengan perizinan. Jadi ini kuncinya adalah lahan yang ada di sini,” ucapnya.

Saptono mengatakan pembangunan off shore tidak bisa dilakukan sekaligus, namun bertahap. Tahap pertama dan tahap kedua. 

“Mudah-mudahan apabila permasalahan pembebasan lahan sudah turun dari pemerintah pusat, maka melalui mekanisme perundang-undangan akan dilakukan pembebasan lahan oleh Pelindo. Ini adalah pemantapan pada tahun 2015-2016 terhadap studi rencana induk pelabuhan. Mini masterplan,” sebutnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menyebut Mempawah sebagai daerah istimewa. Meski kecil secara geografis, Mempawah menurut dia  tinggal menunggu waktu untuk menjadi pusat perekonomian. 

“Pusatnya nanti di sini. Pusat kehidupan pelabuhan yang akan mewadahi seluruh Kalimantan Barat. Karena nanti pelabuhan Pontianak akan pindah. Ini nanti akan banyak sekali efeknya di bidang ekonomi,” ucapnya.

Menurut dia, pembangunan infastruktur di Mempawah maju pesat. Di antaranya berupa pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Kecamatan Segedong, pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan di Kecamatan Mempawah Timur, dan pelabuhan internasional di Kecamatan Sungai Kunyit.

 “Bayangkan Mempawah bisa menjadi pusatnya. Sebentar lagi kita dengan Pelindo akan membangun pelabuhan internasional dengan anggaran triliunan. Karena itu saya berpesan agar masyarakat banyak bersyukur. Selain itu tentu saja mendukung penuh pembangunan ini.

Christiandy menerangkan potensi sawit di Kalimantan Barat hingga dua tahun ke depan diperkirakan mencapai 1,5 juta hetare. “Sekarang saja sudah 1,2 juta hektare. Ekspor CPO kita luar biasa, tapi pajak ekspornya tidak masuk ke kita. Itu karena kita tidak punya pelabuhan ekspor. Jadi kalau Pelindo bisa realisasikan ini, keuntungan luar biasa bagi daerah kita, bukan saja Mempawah,” tuturnya.

Bupati Ria Norsan menyebut pengaruh keberadaan pelabuhan internasional sangat besar terhadap pembangunan Kabupaten Mempawah. Jika pembangunan terealisasi, Kecamatan Sungai Kunyit kelak bisa lebih besar daripada kota Mempawah. 

“Karena pelabuhan itu ibaratnya gula. Kalau sudah ada gulanya, insya Allah tanpa disuruh pun semut akan datang. Jadi kalau sudah ada pelabuhan, berbagai investor akan tumbuh. Otomatis kebutuhan akan tenaga kerja akan besar. Nah, mudah-mudahan tenaga kerja ini nantinya adalah warga yang ada di Sungai Kunyit dan sekitarnya,” harapnya. (wah)

Berita Terkait