Pelatihan Manajemen Masjid DMI; Jadikan Tempat Ibadah Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat

Pelatihan Manajemen Masjid DMI; Jadikan Tempat Ibadah Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat

  Sabtu, 21 Oktober 2017 13:28

Berita Terkait

PONTIANAK-24 perwakilan pengurus masjid, Sabtu pagi ikuti pelatihan manajemen masjid dari Dewan Masjid Indonesia Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Pontianak, Sabtu kemarin. Pesan Ketua DMI Pontianak, Edi Rusdi Kamtono minta masjid jangan hanya dijadikan sebatas tempat ibadah tapi harus menjadi pusat pemberdayaan umat muslim.

"Pelatihan manajemen masjid ini memang belum semua diikuti perwakilan pengurus masjid. Tapi saya harap ini bisa mewakili seluruh masjid di Pontianak," terangnya.

Saat ini, jumlah masjid yang terdata di Departemen Agama Pontianak ada 323 masjid. Perkembangan masjid di Pontianak saat ini pun terus berkembang. Itu bisa dilihat dengan banyaknya pembangunan dan perehapan masjid di Pontianak sebagai salah satu fokus program Pemerintah Pontianak.

Namun disadari, selama ini masjid baru sebatas tempat ibadah dibandingkan fungsi lain. Ingin dia ke depan masjid tak hanya jadi tempat ibadah saja. Masjid mesti jadi tempat pusat pemberdayaan dan kemanfaatan bagi masyarakat. "Melalui kegiatan manajemen masjid merupakan salah satu upaya menguatkan peran masjid," terangnya.

Total peserta yang mengikuti pelatihan manajemen masjid yang terkonfirmasi tambah Edi ada 24 masjid. Dipelaksanaan selanjutnya, dia berharap bisa semua masjid ikuti kegiatan ini. "Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua," katanya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Departemen Agama Pontianak, Azharudin Nawawi menjelaskan sekarang ini fungsi masjid hanya sebatas kegiatan beribadah.  Sebenarnya, tolak ukur kemajuan masjid bisa dilihat bagaimana pengurusnya mengembangkan masjid tersebut dan bagaimana memanajemen masjid sebaik mungkin.

Dalam kegiatan ini, ia berpesan agar peserta mempergunakan waktu untuk digunakan belajar materi manajemen masjid sebaik mungkin. "Masjid bukan hanya tempat kumpul jemaah saja. Di masjid ini bisa diadakan beragam aktifitas positif bagi jemaah," terangnya.

Menurutnya, ada tiga poin dapat menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan dan manfaat. Pertama How To Image. Yaitu, bagaimana cara membuat masjid back to nature ke Allah SWT. Ke dua, How To Manage yaitu masjid bukan hanya tempat pemberi pemahaman dan sosialisasi, tapi jadikan semua menjadi satu. Dengan terkelola dengan baik, ke depan masjid di Pontianak akan semakin baik. 

Terakhir tambahnya, How To Success, yaitu pegelolaan masjid berkelanjutan. Di sini, ia harap pengelola masjid dapat mengkader jamaahnya. Ajak anak muda untuk datang mengurusi masjid. "Banyak saya lihat masjid tak ada yang muda. Rerata pengurusnya orang tua semua. Pengkaderan ke depan harus dilakukan," tutupnya.(iza)

Berita Terkait