Pelanggaran Lalu Lintas Tembus Sembilan Ribu

Pelanggaran Lalu Lintas Tembus Sembilan Ribu

  Jumat, 11 December 2015 09:05
TERTIB : Menunggu dengan sabar sampai lampu lalulintas menyala hijau baru boleh menyeberang. Disiplin lalu lintas perlu lebih disosialisasikan. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Pontianak cendrung tinggi. Untuk tahun ini, dari Januari sampai dengan Desember, pelanggaran oleh pengguna jalan menembus angka 9.165 orang.

Dari data yang disampa ikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak, untuk pelanggaran dengan kategori usia sepuluh sampai 16 tahun, pelanggaran mencapai 787 orang, 17 sampai demngan 30 tahun sebanyak 5.272 orang, 31 sampai dengan 40 tahun sebanyak 1696 orang dan 41 sampai 50 tahun 662 orang, sementara untuk usia 51 tahun keatas pelanggaran sebanyak 195 orang.

Dari sembilan ribu pelanggar tersebut, para pelanggar dikategorian dengan profesi. Karyawan swasta mendomisili kasus pelanggaran lalu lintas dengan total sebanyak 5.673 orang, pegawai negeri sipil sebanyak 148 orang, mahasiswa 994 orang dan pelajar menduduki peringkat kedua kasus pelanggaran dengan total 2.154 orang.

Dari seluruh kasus pelanggaran tersebut, sebanyak 5290 surat tanda nomor kendaraan disita polisi. Seluruh pelaku pelanggaran, menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasat Lantas Polresta Pontianak AKP Wahyu Jati Wibowo mengatakan, kasus pelanggaran lalu lintas masih marak terjadi dihampir seluruh ruas jalan. “Bahkan, di kawasan tertib lalu lintas, pelanggaran masih sering ditemukan, seperti motor masuk lajur mobil atau sebaliknya,” kata Wahyu, Kamis, (10/12).

Dia menjelaskan, dari seluruh pelanggaran tersebut, yang masih menjadi perhatian adalah khusus pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar. Anak yang seharusnya belum layak mengendarai sepada motor, masih diizinkan untuk berkendara. Menurut Wahyu, jika anak menggunakan kendaraan, jelas membahayakan. Bukan hanya membahayakan keselamatan dirinya, tetapi juga membahayakan keselamatan orang lain. “Tentu, kami mengimbau kepada orang tua untuk tidak mengizinkan anaknya menggunakan kendaraan. Sayangilah nyawa anak karena memberi izin menggunakan motor malah membahayakan nyawanya,” imbaunya.

Sementara untuk pelanggaran lainnya, Wahyu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas, dengan membawa surat-surat saat berkendara, seperti SIM dan STNK, lalu melengkapi diri dengan sarana pendukung, seperti helmet.  “Yang paling penting, setiap pengendara harus saling menghargai. Tidak melanggar lajur atau pelanggaran-pelanggaran lainnya,” imbaunya kembali. (adg)

 

Berita Terkait